Potensi Desa Wisata Maron Kabupaten Wonosobo

Desa Wisata Maron adalah salah satu Desa Wisata yang berada di kecamatan Garung, kabupaten Wonosobo, Jawa tengah. Desa Maron berdiri pada tahun yang tidak diketahui sejarahnya, diperkirakan berdiri pada 1853 dalam masa penjajahan Belanda, hal ini berdasar dari cerita bahwa Lurah pertama Desa Maron diketahui tahun 1910.

Desa Maron juga menjadi salah satu desa yang memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan seperti wisata alam, UMKM, hasil bumi, letak georafis, dan lainnya. Destinasi wisata yang ada di desa maron meliputi Telaga Menjer, Bukit Cinta, Rumah Batik Ciprat, dan juga wisata budaya.

Wisata Maron Kabupaten Wonosobo – Telaga   Menjer   adalah   salah   satu   obyek   wisata   andalan   Kabupaten   Wonosobo   yang   dalam perkembangannya  dikatakan  cukup  pesat. Telaga  Menjer  terletak  di  Desa  Menjer  berjarak  12  km  dari Wonosobo.  Rute  untuk  menuju  obyek  wisata  ini  sebetulnya  cukup  mudah,  namun  sedikitnya  informasi mengenai obyek wisata ini membuat cukup banyak wisatawan tidak mengetahui 10 lokasinya. Tiket masuk untuk  obyek  wisata  ini  Rp  2.000  untuk  dewasa  dan  Rp  1.500  untuk  anak-anak.  Pengunjung  bisa  puas menikmati pemandangan Telaga Menjer dengan menggunakan perahu yang sudah tersedia disana, dengan harga Rp 10.000 per orang (minimal 6 orang), pengunjung bisa keliling Telaga tersebut selama kurang lebih 30 menit. Selain perahu fasilitas yang tersedia antara lain lahan parkir, toilet dan rumah makan. Dalam   pengembangnya,   daerah   sekitar   obyek   wisata   Telaga   Menjer   yang   berupa   bukit   juga menyuguhkan pemandanan/view yang menakjubkan yang bisa melihat Telaga Menjer dari arah atas bukit. Banyak  pembangunan  yang  dilakukan  masyarakat  sekitar  bukit  berupa  gardu  pandang,  rumah  makan, jembatan kaca, taman bermain, dan home stay. Pembangunan yang dilakukan biasanya dilakukan disekitar igir/lereng bukit, bencana yang mungkin terjadi adalah longsor dari situlah peran masyarakat sekitar untuk mempersiapkan diri dalam mitigasi bencana yang mungkin terjadi. Dulunya air di telaga itu hanyalah dari beberapa mata air kecil di sekitar telaga dan juga mengandalkan curah hujan yang cukup tinggi didaerah ini. Pada zaman penjajahan Belanda dengan akan dibangunnya PLTA Garung di bawah telaga tersebut, maka dibendunglah sebagian sungai Serayu yang berada di sebelah utara desa Jengkol. Kemudian dialirkan melalui terowongan bawah tanah sepanjang ± 7 km[1] di bawah perkebunan teh PT Tambi yang berada di sebagian wilayah Desa Kreo dan Tlogo. Untuk mengalirkan air dari telaga ini menuju PLTA, dibendunglah sebagian kecil dari telaga dan di bawahnya dipasang pipa dengan diameter mencapai ± 3m menuju ke PLTA yang berjarak sekitar 2 km.

Bukit cinta adalah sebuah bukit yang terdapat tepat diaatas Telaga menjer, dengan ketinggian kurang lebih 1Km, disana terdapat Homestay, camping Ground, Villa, dan Camper van, dengan ketinggian tersebut view yang kita dapat adalah gunung sindoro, Tealaga menjer, dan Gunung Bismo.

Selain itu di Desa Wisata Maron terdapat Event Budaya yang diadakan 1 tahun sekali, dimana pada acara tersebut, seluruh lini masyarakat ikut serta dalam pentas budaya, seperti Tari, Musik, dan Juga Syukuran.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *