Potensi Desa Wisata Sidowayah Kabupaten Klaten

Desa Wisata Sidolewah – Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis wilayah desa Sidowayah terletak di dataran rendah sisi timur kota Yogyakarta dan di sisi utara berbatasan dengan Kabupaten Boyolali. Jarak tempuh dari pusat kota Klaten memakan waktu kurang lebih 1 jam, dan kondisi wilayahnya secara umumnya yaitu lahan pertanian dan sebagian lahan perikanan. Masyarakatnya merupakan masyarakat agraris sehingga tingkat penghidupan ekonominya sangat ditopang oleh hasil pertanian. Dengan hasil pertanian sebagai pendapatan utama maka pergerakan ekonominya sangat terbatas, apalagi ketergantungan dengan ketersediaan pupuk dan bibit mempengaruhi nilai ekonomis hasil pertaniannya. Konsistensi masyarakat dalam menggeluti pekerjaan sebagai petani cukup tinggi, baik sebagai pemilik, penggarap dan buruh tani.

Dengan luas lahan yang ada dan potensi lokal seperti sumber air dan bahan pangan seperti padi, ketela, kedelai, sayuran, peternakan ikan dan bebek serta lainnya seperti produk makanan olahan masih belum berkembang secara optimal. Dengan adanya potensi sumber air “Umbul Kematen” di desa Sidowayah, masyarakat termudahkan pada sisi irigasi dan tidak mengalami kekeringan pada musim kemarau. Namun potensi air belum digunakan dan dikelola maksimal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Air masih digunakan hanya sebagai pengairan dan sisanya terbuang cukup banyak.

Satu potensi unggulan yang hingga kini masih belum optimal penggunaan dan pemanfaatannya secara terukur dan optimal adalah sumber air “Umbul Kematen”. Dari potensi lokal desa ini dapat diberikan nilai tambah sebagai unit usaha desa, sebagai potensi unggulan yang mampu memberikan nilai tambah pendanaan desa guna menopang peningkatan ekonomi produktif bagi warga masyarakat secara keseluruhan di desa Sidowayah.

Desa Wisata Sidolewah

Potensi – potensi Desa Sidolewah antara lain:

  1. Tersedianya sumber air yang cukup besar untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
  2. Air dari sumber air yang selama ini dijual untuk kebutuhan komersial oleh pihak swasta, maka kedepan akan di kelola secara mandiri oleh Desa melalui BUMDes.
  3. Tersedianya obyek wisata air yang memanfaatkan air sumber “Umbul Kemanten” namun belum terkelola secara baik dan terkonservasi untuk kepentingan jangka panjang.
  4. Keinginan masyarakat untuk mengembangkan kondisi ekonomi menuju masyarakat agraris-industri melalui pengembangan wilayah agropolitan dan minapolitan dengan adanya sumber air “Umbul Kematen”.
  5. Pemanfaatan potensi sumber air Umbul Kematen diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa untuk pembangunan masyarakat secara luas diberbagai bidang.
  6. Adanya potensi kuliner (home industry) sebagai pendukung kekuatan ekonomi desa.

Baca juga : Sekilas tentang Warisan Arsitektur yang Dipengaruhi Hindu

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *