Potensi Pariwisata Heritage Peninggalan Militer Kota Cimahi

Kota Cimahi memiliki potensi heritage yang sangat mumpuni, salah satunya karena memiliki banyak bangunan bernilai sejarah yang sangat tinggi. Secara administratif Kota Cimahi diresmikan pada 29 Januari 1976, yang kemudian menjadi kota otonom pada 21 Juni 2001. Nama Cimahi sudah ada sejak abad ke 19 ketika Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels merencanakan pembuatan de Groote Postweg atau Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan. Saat itu,Cimahi menjadi salah satu pos penjagaan yang kemudian diubah menjadi pangkalan militer setelah Belanda kehilangan kota Batavia. Cimahi dipilih karena posisinya strategis dekat dengan persimpangan tiga buah jalur kereta api, serta dilewati oleh jalan raya pos.

Mulai tahun 1886, Belanda membangun pusat-pusat pendidikan militer serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Namun setelah Belanda tidak berkuasa, berbagai fasilitas kemiliteran tersebut tetap difungsikan sebagai pangkalan militer Tentara Rakyat Indonesia, yang kemudian menjadi markas pertama Badan Keamanan Rakyat (BKR) keresidenan Priangan, lalu menjadi pusat pendidikan TNI. Hingga saat ini kegiatan pendidikan Tentara tersebut masih aktif.

Di Cimahi sendiri terdapat sekitar 40 bangunan cagar budaya dan seluruhnya dapat dijadikan daya tarik wisata. Ketika wisatawan melakukan wisata heritage, dapat mengunjungi seluruh bangunan heritage dengan mendapatkan cerita sejarahnya sebagaimana yang dijelaskan dalam bagian sebelumnya. Terdapat beberapa program yang diluncurkan untuk wisatawan, antara lain:

  1. Program bus SAKOCI (Saba Kota Cimahi)

Merupakan bagian dari program Cimahi Military Heritage Tour yang diluncurkan Pemkot Cimahi untuk memfasilitasi para wisatawan yang ingin melakukan city tour yakni tur sejarah militer di kota Cimahi.

  1. Menjelajah Bersama Tjimahi Heritage

Komunitas Tjimahi Heritage merupakan salah satu wadah dan akses untuk bisa lebih mendalami berbagai halĀ  yang berkaitan dengan peninggalan heritage Kota Cimahi. Kegiatannya biasanya berupa kegiatan perjalanan wisata atau yang biasa disebut jelajah. Komunitas ini biasa melakukan kegiatan jelajah dengan membawa wisatawan mengunjunjgi bangunan-bangunan cagar budaya yang sudah direncanakan sebelumnya. Dalam kegiatan ini, wisatwan dapat mendengarkan pemaparan berupa story telling dari ketua komunitas, pemilik gedung atau petugasgedung dan narasumber yang lebih mengetahui tentang tempat yang sedang dikunjungi. Kolaborasi inilah yang menarik minat wisatwan sehingga pada kegiatan penjelajahan berikutnya banyak yang kembali untuk ikut kembali. Selain itu, dari waktu ke waktu juga selalu ada peserta baru dalam kegiatan penjelajahan tersebut.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *