PPKM Dicabut

PPKM dicabut – men-trigger Pariwisata di DIY Semakin Tumbuh.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada akhir Desember 2022 diharapkan bisa mendorong perekonomian Indonesia agar tumbuh lebih baik pada tahun ini. Jokowi menekankan kembali bahwa pencabutan PPKM tersebut sudah berdasarkan kajian matang selama 10 bulan terakhir. Kajian yang ada menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengendalikan pandemi Covid-19. “Angka bed occupancy ratio (BOR), positivity rate hingga kematian semua ada di standar WHO. Sehingga kita kemarin memastikan PPKM dicabut,” ujar Jokowi dalam sambutannya setelah membuka perdagangan Bursa Efek Indonesia 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023).

Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi mencabut PPKM sejak 30 Desember 2022, kemarin. Langkah ini disebut jadi angin segar bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Pengamat Pariwisata Chusmeru menyampaikan kalau pencabutan PPKM dapat berpengaruh secara psikologis kepada pada pelancong. Artinya, bisa disebut akan muncul anggapan kalau status Covid-19 di Indonesia sudah sangat terkendali.

Ketua Umum Paranti Sarbumusi, Agus Syahputra mengatakan kebijakan tersebut sangat tepat untuk mendorong pemulihan sektor Pariwisata, mengingat sejak tahun 2020 telah alami kelesuan akibat pandemi Covid-19.

“Pencabutan aturan PPKM oleh Presiden Jokowi merupakan keputusan yang sangat tepat untuk mendorong percepatan pemulihan sektor pariwisata yang lesu beberapa tahun tarakhir,” ucap Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/12).

Baca juga : Kinerja Organisasi Pada Manajemen Rantai Pasokan Pariwisata : Bagaimana Peran Manajemen Sumber Daya Manusia, Kepuasan Pelanggan ?

Saat ini kasus Covid–19 di Indonesia termasuk DIY sudah melandai. Persentase masyarakat yang telah mendapatkan vaksin Covid–19 pun sudah memenuhi target, sehingga kekebalan komunal disimpulkan sudah semakin baik. Selain itu, sebelumnya telah dilakukan relaksasi PPKM yang cukup berhasil karena tidak terjadi lonjakan kasus. Hal inilah yang menjadi alasan kuat PPKM dihentikan, meskipun dengan berbagai catatan.

Ketua umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan “Pariwisata ini yang paling terpukul. Kalau PPKM ini dicabut, pulihnya bakal terbilang cepat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan tingkat keterisian hotel selama libur hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini sangat positif untuk daerah destinasi wisata seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Bali. Secara umum, hotel-hotel favorit di kawasan destinasi wisata akan full 100 persen di periode libur ini.

Terkait dengan pencabutan PPKM ini, Direktur lembaga pelatihan Jogja Tourism Training Center mengungkapkan, “Dicabutnya aturan PPKM tentunya akan semakin meningkatkan jumlah kunjungan di DIY tentunya, terlebih Jogja merupakan destinasi wisata unggulan. Pada tahun ini jumlah kunjungan di Kota Yogyakarta saja mencapai 7.444.893, menurut data survei yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Angka tersebut tentunya semakin besar jika ditambahkan Kabupaten lainnya di DIY“

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian atau konsultasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *