Profil Desa Wisata Kalisidi Kabupaten Semarang

Profil Desa Wisata Kalisidi Kabupaten Semarang – Desa Kalisidi merupakan desa yang berada di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang yang terletak di koordinat garis lintang 7,1252 dan garis bujur  110,3679. Lokasi Desa Kalisidi sangat strategis di perbukitan bagian dari Gunung Ungaran dengan luas wilayah Desa Kalisidi sebesar 792,61 Ha yang didominasi oleh perkebunan. Desa Kalisidi dapat ditempuh menggunakan motor dan mobil dengan jarak tempuh 21 KM dari Kota Semarang.

Desa Kalisidi mempunyai banyak potensi wisata seperti wisata alam Curug Lawe dan Curug Benowo, Wisata Air Jeguran Mbendungan, Embung Kalisidi, Wisata Edukasi Kelompok Wanita Tani, kendang ternak komunal, Griya Dahar Sinongko milik Bumdes Kayaguna, Brongebouw Ancar Tahun 1911, Makam Leluhur Mbah Kyai Jongkar, Lapangan Gelora Bumi Kalisidi (GBK) dan Lapangan Mini B Hardjo Taruno, Jalur Hash/Hiking di area perkebunan Zanzibar, Area Perkemahan, Wisata edukasi pertanian, Wisata olah raga, dan lain sebagainya.

Wisata unggulan dari Desa Kalisidi adalah Curug Lawe dan Curug Benowo. Desa Kalisidi merupakan satu-satunya akses menuju wisata alam Curug Lawe dan Curug Benowo. Wisatawan dapat membeli oleh-oleh berupa Kopi Bubuk Kalisidi sebagai komoditas Khas desa ini sambil menikmati keindahan alam Desa Kalisidi. Hamparan perkebunan yang asri dengan hembusan angin dan langit cerah siap menyambut wisatawan yang berkunjung.

Baca juga : Profil Desa Wisata Jatirejo Kota Semarang

Destinasi wisata alam berupa air terjun yang cocok bagi para pecinta wisata alam. Curug Lawe berada di kawasan Gunung Ungaran, Semarang. Letaknya yang berada di dalam hutan dan dilingkupi tebing memang membutuhkan usaha lebih untuk bisa dicapai. Air terjun ini terlindungi oleh hutan dan lereng berbentuk setengah lingkaran yang melingkupinya. Tingginya mencapai kurang-lebih 30 meter dengan jatuhan air yang menyerupai benang-benang putih. Alasan inilah yang membuatnya dinamai ‘lawe’.

Bersama Curug Benowo, objek wisata ini disebut sebagai Curug Lawe Benowo Kalisidi yang disingkat menjadi CLBK. Kedua air terjun ini menawarkan panorama air terjun yang masih alami dengan kondisi air yang jernih. Selain itu, sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun, pengunjung akan dimanjakan oleh suasana hutan serta pemandangan Puncak Ungaran yang menawan.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *