Profil Desa Wisata Pengkol Kabupaten Sukoharjo

alam

Desa Wisata Pengkol secara geografis terletak berjarak lebih kurang 737 meter dari Bendungan Colo. Terletak di dataran rendah dengan ketinggian dari permukaan air laut 144-140 meter. Secara administratif Desa Pengkol termasuk dalam wilayah Kalurahan Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Propinsi Jawa Tengah. Luas keseluruhan Desa Pengkol 266,2520 Ha di bagian utara dibatasi oleh Desa Clep, di bagian selatan dibatasi oleh Kabupaten Wonogiri, di bagian barat dibatasi oleh Desa Gupit, dan di bagian timur dibatasi oleh Desa Jangglengan. Saat ini jumlah penduduk Desa Pengkol pria sebanyak 2055 orang dan wanita sebanyak 1894 orang. Sebagian besar mereka bekerja sebagai petani, buruh tani, dan lainnya bekerja sebagai pegawai negeri sipil, TNI/Polri, buruh industri, dan pedagang. Pendidikan sebagian besar warga desa baru mencapai tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, hanya sebagian kecil saja yang menyelesaikan pendidikan hingga Perguruan Tinggi. Pada umumnya pemuda warga Desa Pengkol mengembara ke kotakota besar dan mencari lapangan pekerjaan informal, antara lain sebagai penjual bakso, mie ayam, dan sebagai pembantu rumah tangga.

Sesungguhnya Desa Pengkol belum terlalu lama keberadaannya. Sekitar tahun 1965-an Desa Pengkol terletak di kelokan Sungai Bengawan Solo dan akibat banjir besar yang melanda desanya, pemerintah kemudian memindahkan penduduk Desa Wisata Pengkol ke tempat desa baru sekarang ini. Di lokasi wilayah baru tersebut, juga dihuni oleh warga desa pindahan dari Desa Bangunsari dan Desa Pending. Meskipun kemudian mereka bersedia pindah ke lokasi yang baru, tetapi saat mereka bermufakat dengan kedua warga dukuh pindahan lainnya, warga Desa Pengkol yang paling banyak jumlah warganya bersikeras tetap mempertahankan nama desa ‘Pengkol’, yang berarti desa di kelokan atau tikungan Sungai Bengawan Solo. Nama baru desa pindahan tersebut (bedhol deso) kemudian disepakati oleh seluruh warga desa yang bermufakat dan sampai saat ini nama itu tetap lestari.

Bendung Colo merupakan salah satu bangunan pintu air besar dari waduk Gajah Mungkur, Wonogori, yang berfungsi untuk mengalirkan serta membagi air untuk mengairi persawahan di Kabupaten Sukoharjo. Lokasi bendung tersebut terletak di Desa Pengkol, Dusun Ngemplak, RW 1, RT 3. Selain bentuk arsitektur bangunan bendung yang menarik untuk dilihat, pemandangan sepanjang kanan kiri bendung juga sangat indah. Persawahan yang luas menghijau, pepohonan besar dan rindang, serta pegunungan yang tampak dikejauhan menjadikan lokasi tersebut sangat mempesona untuk dikunjungi. Terlebih lagi pada saat matahari tenggelam, puncak tiang jembatan akan tepat berada di titik kulminasi terbenamnya matahari. Selain itu, deretan struktur segi empat yang ada di bagian bawah bendung, air yang mengalir, dan pegunungan dikejauhan akan menarik sekali sebagai latar belakang saat pengunjung berselfie.

Selama melihat pemandangan dan menunggu matahari tenggelam pengunjung juga dapat bersantai di warung-warung bangunan sederhana sambil menikmati kuliner khas Sukoharjo, yaitu pecel gendar, bakso, dan mie ayam. Dan kuliner ala barat, antara lain kentang goreng, sosis bakar. Warung-warung tersebut terletak di bantaran Bendung Colo. Bagi yang suka berolahraga dapat juga berjalan-jalan atau berlari di sepanjang pinggiran Bendung Colo sambil menikmati keindahan pemandangan alam di sekitar bantaran Bendung Colo.

Baca juga: Penamaan dan Persebaran Sega Abang

Desa Pengkol yang terletak di dataran rendah memiliki hamparan persawahan luas. Salah satu areal persawahan yang memiliki keindahan alam yang sangat indah terletak di Dusun Pending, RW 1, RT 1. Tepat di sebelah areal persawahan tersebut terdapat bangunan parit selokan besar yang dipakai untuk menyalurkan air dari Bendung Colo. Pada saat pagi hari pengunjung dapat melihat kegiatan bercocok tanam mulai dari membajak sawah, menanam benih padi, memberi pupuk, membersihkan gulma tanaman padi, dan memanen padi. Seringkali rombongan bangau beterbangan di sekitar persawahan dan mencari katak, kadal dan ikan-ikan kecil. Menjelang sore, pengunjung akan melihat warga desa mencari rumput untuk makanan ternak, menggembalakan ternak, dan memandikan ternaknya.

Saluran irigasi di Desa Wisata Pengkol juga dapat dijadikan sebagai atraksi wisata. Berjalan di sepanjang salurannya pengunjung dapat melihat keindahan alam, teknis konstruksi pengairan, dan kegiatan warga desa mengerjakan sawah, menggembala ternak, menjaring, menjala, mengail serta menciduk ikan. Hasil tangkapan ikan yang diperoleh juga beraneka ragam jenisnya, yaitu ikan sepat/gurami, ikan wader, ikan gabus/kutuk, udang, ikan mas, dan ikan nila. Pengunjung juga dapat membeli secara langsung hasil ikan tangkapan segar warga desa dan mencoba menjaring serta menciduk ikan.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *