Profil Khusus Kebudayaan Kalurahan Giripurwo

Profil Khusus Kebudayaan Kalurahan Giripurwo – Berdasarkan pada keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No. 262/KEP/2016 tentang Penetapan Desa atau Kelurahan Budaya tercatat setidaknya ada 56 desa yang ditetapkan sebagai desa budaya yang ada di DIY dan 15 antaranya di Kabupaten Gunungkidul dan salah satunya adalah Kalurahan Giripurwo Kapenawon Purwosari penentuan sebagai desa budaya setidaknya memiliki 5 (lima) aspek budaya yang harus diperhatikan betul untuk menjadi Desa Budaya yaitu desa harus dilandasi kegiatan adat dan tradisi yang sudah ada dan dilakukan turun menurun diantaranya adalah kegiatan kesenian dan permianan tradisional, Bahasa sastra, dan aksara yang masih dilakukan dan dipelajari dengan baik.

Desa budaya merupakan wahana sekelompok manusia yang melakukan aktivitas budaya yang mengekspresikan sistem kepercayaan (religi), sistem kesenian, sistem mata pencaharian, sistem teknologi, sistem komunikasi, sistem sosial,dan sistem lingkungan, tata ruang, dan arsitektur dengan mengatualisasi kekayaan potensial dan mengkonservasinya dengan seksama atas kekayaan budaya yang dimilikinya terutama yang Nampak pada adat dan tradisi, seni pertunjukkan, kerajinan, tata ruang maupun aristektur.
Baca juga : Pemberdayaan Perempuan Pesisir Melalui Peningkatan Kapasitas

Kalurahan Giripurwo memiliki berbagai macam potensi yang dapat dikembangkan antara lain pertanian/holtikultura, kerajinan kayu, pariwisata dan juga budaya. Pemanfaatan potensi desa ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu contohnya adalah dengan memanfaatkan hasil pertanian yakni cabai dan bawang merah untuk menghasilkan sambal yang beraneka macam. Pemanfaat berbagai potensi desa ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyrakat di Kalurahan Giripurwo itu sendiri.

Kalurahan Giripurwo sendiri dikenal sebagai salah satu desa budaya di Kecamatan Purwosari, kabupaten Gunungkidul, DIY. Keragaman budaya seperti kesenian,pertunjukan, adat istiadat serta kuliner masih dilestarikan sampai saat ini. Keragaman budaya adat istiadat di desa ini antara lain Sedekah Laut Bekah, Rasulan, Besik kali, dan lainnya. Dari segi kesenian dan pertunjukan antara lain Sholawatan, Kethoprak, Campursari, Minakjinggo dan lainnya. Untuk potensi kulinernya sendiri, masyarakat di desa ini mampu membuat beraneka macam kuliner seperti Emping Garut, Gathot, Jamu Tradisional dan masih banyak lagi. Pemanfaat potensi budaya ini dapat dilakukan oleh masyarakat Kalurahan Giripurwo antara lain dengan memperkenalkan adat istiadat ataupun kesenian kepada masyarakat luar baik itu didalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu, potensi kuliner yang dihasilkan juga dapat dipasarkan ke berbagai wilayah.

Desa budaya Giripurwo ditetapkan sebagai salah satu desa budaya di DIY dikarenanya banyak terdapat potensi budaya yang dapat dimanfaatkan untuk pelestarian maupun kegiatan pariwisata. Bentuk budaya tergambar dari adalah aneka ragam upacara adat, upacara tradisional daur hidup, seni pertunjukkan baik itu karawitan, ketporak, minak jingo, gejok lesung, kesenian tek-tek, mocopat, sholawat, campursari, jatilan, reog,wayang kulit, tari yang terdiri dari beberapa komunitas, maupun berbagai ragam permainan tradisional. Berikut gambaran potensi budaya yang ada di Kalurahan Giripurwo.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di(0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *