Profil & Potensi Desa Wisata Jarum Kabupaten Klaten

Desa Wisata Jarum terletak 15 km dari ibu Kota Klaten dan perbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul. Potensi lokal yang di miliki Desa Jarum yaitu seni tradisi batik yang masih tetap dilestarikan sampai sekarang. Sejarah batik Desa Jarum berasal dari masyarakat sekitar yang pada zaman dahulu sebagai pekerja batik di Kraton Surakarta. Pengusaha batik Desa Jarum muncul pada tahun 1960-an dengan melakukan pemasaran sendiri hingga mengalami pasang surut. Sekarang Desa Jarum memiliki lebih dari 20 pengusaha kecil rumahan yang menekuni usaha batik sebagai mata pencaharianya. Kelebihan yang dimiliki oleh pembatik Desa Jarum adalah warna natural, yang merupakan pewarnaan kain batik dengan menggunakan bahan-bahan alami. Selain warna alam, batik yang dihasilkan Desa Jarum mempunyai kelebihan pada batik tulisnya yang halus, ini dikarenakan pada zaman dahulu menjadi pekerja batik di lingkungan keraton.

Selain potensi batik warna alam, Desa Jarum kaya akan potensi seni budaya, selain batik desa ini juga memiliki beragam kelompok kesenian tradisi seperti kethoprak, musik gejog lesung, campursari, reog/jathilan, dan wayang kulit. Kesenian tersebut dapat menjadi atraksi reguler maupun latihan private bagi para pengunjung. Selain wisata budaya, Desa Jarum mempunyai alam yang masih luas, karena faktor tanah yang kering ketika musim kemarau, sebagian masyarakat menanam makanan pokok dan sayur, serta sebagian memilih untuk dimanfaatkan sebagai kebun pohon jati atau mahoni. Berbagai potensi yang dimiliki Desa Jarum, membuat Bupati Kabupaten Klaten memberikan surat keputusan desa wisata kepada Desa Jarum pada tahun 2013.

Pengembangan desa wisata Jarum pada tahun 2021 diwujudkan dengan strategi peningkatan kreativitas seni batik pada masa pandemi Covid melalui salah satu program unggulan P3wilsen. Pelaksanaan kegiatan pada program P3wilsen di Desa Jarum ini meliputi pelatihan wawasan dan pengetahuan media sosial, teknologi informasi, wawasan dan pengetahuan proses pengembangan produk, desain, pewarnaan batik, kombinasi praktik pewujudannya, serta pengetahuan proses pendokumentasian dan pemasaran online.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *