Profil Singkat Desa Wisata Hargotirto & Hargowilis, Kulon Progo.

Desa Hargotirto dan Hargowilis merupakan 2 desa yang masuk wilayah Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Desa Hargotirto memiliki luas wilayah sekitar 1.471,73 Ha dengan jumlah penduduk 7.302 jiwa pada tahun 2019. Desa Hargowilis memiliki luas wilayah keseluruhan sekitar 1.547,84 Ha dengan jumlah penduduk 6.622 jiwa pada tahun 2019. Mata pencaharian penduduk Desa Hargotirto dengan jumlah tertinggi adalah sebagai petani. Berdasarkan data yang didapatkan sebagian besar masyarakat Desa Hargowilis bekerja sebagai buruh migran dalam negeri. Kedua desa tersebut memiliki beragam potensi meliputi potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan. Desa Hargotirto memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik minat wisatawan. Objek wisata Pule Payung, Gunung Ijo, dan Tebing Gunung Gajah menawarkan pemandangan hijau pegunungan yang masih asri dari ketinggian. Selain objek wisata alam, desa Hargotirto juga memiliki destinasi wisata budaya berupa Sergajih Live In dan Situs Purbakala Gonotirto. Pengunjung dapat menikmati kehidupan kalurahan di Sergajih Live In dengan membuat batik, menyaksikan pertunjukan gamelan, serta mengolah gula semut. Desa Hargowilis juga memiliki potensi sumber daya alam yang telah dijadikan mata pencaharian, yaitu kalurahan wisata Sermo. Namun pengembangan obyek wisata tersebut hingga saat ini belum mengarah kepada pariwisata berbasis pameran kesenian, kebudayaan dan kuliner lokal Desa Hargowilis.

Kedua desa yang berada di kawasan pegunungan menjadikan kondisi aksesbilitas jalan yang baik merupakan salah satu hal penting. Namun, kondisi infrastruktur pada beberapa ruas jalan menuju destinasi wisata dan mengalami kerusakan. Permasalahan lainnya antara lain adalah masalah pengelolaan sampah dan kualitas air bersih. Desa Hargotirto memiliki satu bank sampah yaitu Bank Sampah Uwuh Mulyo, berlokasi di Dusun Segajih. Namun dengan adanya bank sampah ini dinilai belum dapat menyelesaikan permasalahan persampahan secara efektif karena kurangnya kesdaran masyarakat untuk mengelola sampah. Berkaitan dengan air bersih, berdasarkan hasil observasi lapangan, masih terdapat perilaku masyarakat yang kurang mengetahui betapa pentingnya menjaga kualitas air di waduk Sermo. Akibat dari pembuangan limbah mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air waduk Sermo.

Kali Biru merupakan wisata alam di kawasan perbukitan menoreh dengan latar belakang Waduk Sermo. Di Kali Biru wisatawan akan mendapatkan pengalaman yang menarik dan dapat berfoto di spot foto yang instagramable, misalnya spot sepeda, spot gantole, flying fox, dan high rope. Untuk menuju ke Kali Biru, dapat menggunakan jip wisata melalui rute Waduk Sermo dan Clereng yang berkelok-kelok Wisata Alam Kali Biru dikembangkan dengan memanfaatkan potensi alam berupa landscape alam dari bukit berketinggian 450 meter, terletak di desa Hargowilis, Kec. Kokap, Kulon Progo Yogyakarta. Pada tahun 2002, Kelompok Tani Hutan (KTH) Mandiri mengusulkan izin pemanfaatan pada kawasan hutan seluas 23 hektare melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HK). Izin Hutan Kemasyarakatan awalnya turun izin sementara berlaku selama 5 tahun terbit tahun 2003, seiring berjalannya waktu akhirnya turun izin tetap selama 35 tahun yang diterbitkan tahun 2007 mencakup wilayah perbukitan menorah di Padukuhan Kali Biru.

Wisata Kali Biru dikelola oleh masyarakat yang berada dalam Kelompok Tani Hutan kemasyarakatan (KTHK) Mandiri. Waduk Sermo bisa dinikmati keindahannya dari ketinggian Kali Biru. Masyarakat ikut berpartisipasi dalam mengembangkan hutan yang awalnya tandus menjadi tempat wisata dengan tanpa merusak hutan. Pengembangan wisata Kali Biru secara intensif bisa menjadi kegiatan alternatif bagi masyarakat Kali Biru. Selain dalam rangka menjaga kelestarian hutan juga bisa memberikan lapangan kerja bagi masyarakat setempat sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar wisata Kali Biru. Keindahan alam Kali Biru dapat menguntungkan perekonomian masyarakat sekitar dan juga sebagai upaya masyarakat dalam melestarikan alam di desa wisata Kali Biru. Keindahan alam Kali Biru banyak menarik wisatawan untuk berkunjung. Dengan banyaknya wisatawan yang mengunjungi wisata Kali Biru maka pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat sekitar akan bertambah. Kedatangan wisatwan akan berdampak positif bagi perekonomian daerah yang dikunjungi akibat belanja dari wisatwan yang meliputi cinderamata, kuliner, penginapan, dan transportasi.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *