Profil Wisata Heritage Wilayah Kecamatan Banjarsari

Sebagai wilayah yang sangat strategis dinilai dari banyak hal kecamatan banjarsari telah berkembang sangat pesat utamanya dalam hal perekonomian. Salah satu sector yang menjadi pemicunya adalah banyaknya obyek warisan budaya baik yang wujud maupun yang tidak wujud sehingga membangkitkan intensitas pariwisata budaya. Tempat-tempat yang dahulu menjadi tempat tinggal bagi para petinggi, sekarang dapat dijadikan sebagai salah satu obyek wisata heritage yang dapat dinikmati oleh wisatawan.Berbagai macam keunikan dan keragaman dapat dari tempat tersebut dapat menarik wisatawan yang berkunjung terutama di Kecamatan Banjarsari yang sekarang sudah berkembang dengan cepat dari tahun ke tahun, mulai dengan jalur transportasi yang lawas hingga obyek-obyek wisata yang masih berdiri kokoh dari awal tempat tersebut berdiri.

Kecamatan Banjarsari memiliki banyak sekali kawasan heritage dari yang masih masih seperti aslinya, hingga direvitalisasi secara bertahap agar lebih menarik dan indah untuk dikunjungi. Oleh karena itu, bangunan-bangunan atau obyek wisata heritage memiliki hak paten mengenai cagar budaya, sehingga bangunan-bangunan tersebut dapat dipelihara dan dilestarikan dengan baik dan benar oleh masyarakat Kota Surakarta.

Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta memiliki potensi wisata heritage tangible dan heritage intangible. Heritage tangible adalah tinggalan fisik yang berupa bangunan atau toponimi yang sebenarnya merupakan data arkeologi perkotaan. Sedangkan heritage intangible yang ditegaskan oleh UNESCO, meliputi tradisi oral bahasa, proses kreasi kemampuan dan pengetahuan, seni pertunjukkan, festival, religi dan kepercayaan, kosmologi, serta system pembelajaran dan kepercayaan, serta praktik-praktik kepercayaan, yang di dalamnya termasuk musik dan lagu, seni pertunjukkan, kuliner tradisional (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Tahun 2016-2026 Kota Surakarta, 2016).

Kecamatan Banjarsari memiliki banyak potensi heritage tangible dan heritage intangible dimana saat ini masih dijumpai oleh masyarakat, seperti banguanan cagar budaya dan atraksi wisata yang terdapat pada obyek-obyek tersebut. Seperti halnya bangunan cagar budaya yang memiliki potensi wisata heritage tentu harus memiliki syarat atau kategori agar dapat dikatakan sebagai bangunan cagar budaya.

Untuk menjadikan Astana Oetara sebagai salah satu potensi destinasi wisata religi (minat khusus) maka diperlukan sebuah kajian guna mengkaji kemungkinan Makam Astana Oetara sebagai destinasi untuk meningkatkan daya tarik wisatawan mengunjungi Kota Surakarta. PT. Kirana Adhirajasa Indonesia, selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pariwisata Kota Surakarta dan pihak yang telah membantu dalam penyusunan kajian pariwisata ini. Diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam perencanaan dan pengembangan daya tarik wisata Kota Surakarta.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian atau konsultasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.