Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah: Pengembangan Karimunjawa Berkonsep Waterfront City

rencana induk pembangunan pariwisata daerah

rencana induk pembangunan pariwisata daerah

Karimunjawa, sebuah destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Jepara, semakin menarik perhatian dengan rencana pengembangan alun-alun yang akan mengusung konsep waterfront city. Pengembangan ini dirintis oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinsporapar) Provinsi Jawa Tengah. Rencana ini tidak hanya mendapatkan sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Jepara tetapi juga dari masyarakat setempat yang melihat potensi besar dalam transformasi ini. Berikut Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah di Karimunjawa yang Berkonsep Waterfront City.

Pentingnya Konsep Waterfront City

Konsep waterfront city mengintegrasikan elemen alam dengan desain urban untuk menciptakan lingkungan yang harmonis antara kota dan air. Dengan mengadopsi konsep ini, Karimunjawa diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata serta memberikan ruang publik yang nyaman bagi penduduk setempat. Waterfront city juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor pariwisata, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menarik investasi.

Baca juga : Tren Pariwisata Hari Ini: Mengupas Fenomena dan Strategi Terbaru

Dukungan Penuh Pemerintah

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah dan Regulasi terpadu telah disiapkan untuk mendukung pengembangan ini. Kawasan Karimunjawa telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025. Selain itu, Karimunjawa juga diakui sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP) Jawa Tengah melalui Perda Nomor 10 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Tahun 2012-2027. Di tingkat kabupaten, dukungan diberikan melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 tentang RTRW Kabupaten Jepara Tahun 2023-2043.

Progres Pengembangan dan Sinergi Program

Progres pengembangan waterfront city di Karimunjawa telah mengalami berbagai pencapaian. Di dalam FGD yang digelar pada 15 Desember 2023, dipaparkan beberapa hasil penting, termasuk penyusunan feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED) untuk penataan alun-alun dengan konsep waterfront. Selain itu, sinergitas program penataan Pulau Karimunjawa juga direncanakan secara holistik, integratif, dan berkelanjutan.

Tantangan dan Harapan

Meskipun pengembangan ini menawarkan banyak potensi, tantangan tetap ada. Implementasi yang efektif memerlukan koordinasi yang baik antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Selain itu, perhatian terhadap pelestarian lingkungan harus menjadi prioritas agar keindahan alami Karimunjawa tetap terjaga.

Namun, dengan dukungan penuh dari semua pihak dan komitmen untuk bekerja bersama, rencana ini diharapkan dapat terealisasi dengan baik. Pengembangan Karimunjawa sebagai waterfront city diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.

Pengembangan Karimunjawa dengan konsep waterfront city merupakan langkah strategis yang dapat mengubah wajah pariwisata di Kabupaten Jepara. Dengan dukungan regulasi yang kuat dan sinergitas program yang baik, rencana ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Pemerintah Kabupaten Jepara dan semua pihak terkait berkomitmen untuk mendukung penuh upaya ini, menjadikan Karimunjawa sebagai destinasi wisata unggulan yang menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di 081232999470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *