Rintisan Kelurahan Budaya Baciro, Melihat Budaya di Sekitar Pabrik Cerutu Taru Martani

Kelurahan Baciro merupakan salah satu dari 5 (lima) Kelurahan yang ada di Kemantren Gondokusuman. Kelurahan Baciro memiliki luas wilayah lebih kurang 1,03 km persegi dan terbagi dalam 21 RW, 87 RT serta terdiri atas 6 (enam) kampung, yaitu Kampung Mangkukusuman, Danukusuman, Pengok Kidul, Baciro, Baciro  Sanggrahan, dan Gendeng. Kegiatan adat dan tradisi yang ada di Kelurahan Baciro antara lain apeman/ruwahan di RW 18 Gendeng, Apeman dan Sadranan Kampung Mangkukusuman dan merti kali. Kemudian kesenian yang ada di Kelurahan Baciro antara lain Karawitan Baciro Laras, Karawitan Gondo Arum, Tari Sekar Kusuma, Bergodo, dan Jathilan Manunggal Karsa, Karawitan Kusuma Raras, Sanggar Cemara dan Tari Sanggar Seni Gita Buana.

Adapun cerita rakyat yang ada di Kelurahan Baciro antara lain

  • Asal penyebutan nama Kampung Mangkukusuman,

Riwayat nama Kampung Mangkukusuman oleh warga setempat diyakini berkaitan dengan nama tokoh penting pada masa lalu dihuni oleh seorang pangeran keraton yang bernama Mangkukusuma

  • Asal penyebutan nama Kampung Danukusuman,

Tercipta karena kawasan ini dahulu dihuni tokoh penting dalam lingkaran keraton bernama Danukusuma

  • Asal penyebutan nama Kampung Pengok Kidul,

Tercipta karena bunyi sirine (gauk) setiap jam 7 yang berbuni ngok

  • Asal penyebutan nama kampung Baciro,

Kampung Baciro diyakini berkaitan dengan gambaran kondisi wilayah setempat. Menelisik penjelasan Wintêr dalam Têmbung Kawi Mawi Têgêsipun (1928) kata bacira artinya plataran, alun- alun

  • Asal penyebutan nama Kampung Baciro Sanggrahan

Kampung Baciro Sanggrahan dipercaya masyarakat sebagai tempat lapang yang kala itu terdapat bangunan pesanggrahan yang berfungsi untuk istirahat dan berteduh kalangan bangsawan

  • Asal penyebutan nama Kampung Gendeng.

Nama Kampung Gendeng  kawasan ini di masa lampau dijumpai seorang abdi dalem istana Kasultanan yang mahir memainkan gending atau tembang Jawa. Kemudian, masyarakat sekitar menamainya Kampung Gending. Lambat laun, kata gending diucapkan menjadi gendeng

Kemudian warisan budaya yang ada di Kelurahan Baciro terdapat Pabrik Cerutu Taru Martani dan Tugu Radio NHK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *