Sejarah Situs Taman Sari

Sejarah Situs Taman Sari – Situs Taman Sari, yang terletak di Yogyakarta, Indonesia, adalah warisan bersejarah yang mencerminkan kemegahan dan keindahan arsitektur Jawa pada masa lampau. Dibangun pada abad ke-18 sebagai taman dan kompleks istana bagi Sultan Yogyakarta, Taman Sari dikenal dengan sebutan “Water Castle” karena sejumlah kolam dan sistem air yang kompleks di dalamnya. Kompleks ini merupakan perwujudan seni arsitektur Jawa yang menggabungkan unsur-unsur budaya Jawa dengan pengaruh Eropa dan Tiongkok.

Situs Taman Sari terdiri dari beberapa bangunan, kolam, dan lorong yang menyajikan pengunjung dengan jejak sejarah yang mengesankan. Bangunan utama yang mencolok adalah Bangsal Kencono, yang dulunya digunakan sebagai tempat pertemuan dan tempat pemandian sultan. Kolam-kolam yang ada di kompleks ini menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lalu, menciptakan atmosfer yang memukau bagi para pengunjung.

Dalam sejarahnya, Taman Sari juga memiliki fungsi sebagai tempat persembunyian dan tempat beristirahat bagi keluarga kerajaan. Keindahan arsitektur dan keberadaan Taman Sari sebagai situs bersejarah membuatnya menjadi tujuan wisata yang menarik bagi mereka yang tertarik dengan warisan budaya Indonesia. Situs Taman Sari tidak hanya menjadi peninggalan bersejarah, tetapi juga menjelma menjadi ikon budaya yang memperkaya warisan arsitektur tradisional Jawa.

Taman Sari merupakan situs bekas taman atau kebun istana Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Situs ini berlokasi di Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Dahulu kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758-1765.  Konon Taman Sari dibangun di bekas Kraton lama, Pesanggrahan Garijitawati yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat istirahat kereta kuda yang akan pergi ke Imogiri. Kompleks Taman Sari ini dibagi menjadi 4 bagian: bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat, bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun, bangunan ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua, dan bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan. Sampai saat ini istana Taman Sari sudah mengalami beberapa kali renovasi sehingga terlihat  menarik tanpa menghilangkan nilai historisnya. Situs ini cocok dijadikan objek berfoto, baik untuk foto sendiri ataupun pre wedding.

Baca juga : Macam – Macam Karakteristik Perdesaan

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di(0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *