Simbol Sejarah dan Kehidupan Kota Yogyakarta yang Kaya Akan Budaya

Simbol Sejarah dan Kehidupan Kota Yogyakarta yang Kaya Akan Budaya

Sumbu Filosofi Yogyakarta

Yogyakarta dikenal akan pusat kota bersejarah yang mengandung nilai falsafah sangat tinggi yang terwujud dalam sumbu filosofi. Sumbu filosofi Yogyakarta menjadi ciri khas daerah yang didalamnya mengandung makna dan tata nilai penataan daerah dan arsitektur. Sumbu Filosofi Kota Yogyakarta terwujud dalam kerangka kosmologi sumbu imajiner Gunung Merapi – Keraton – Laut Selatan. Lebih tepatnya sumbu yang membentang dari Laut Selatan menuju Kraton dan berujung di Gunung Merapi disebut Sumbu Imajiner sedangkan sumbu yang bermula dari Tugu menuju Kraton disebut Sumbu Filosofi. 

Kawasan Sumbu Filosofi terdiri dari jalan dari Panggung Krapyak sampai ke Tugu sepanjang 6 km dengan kawasan pembentuknya terdiri dari 6 Kemantren dan 1 Kapanewon yang terdiri dari beragam komunitas dan latar belakang yang berbeda. Adapun elemen pembentuk ruang kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta diantaranya Kraton Yogyakarta, Masjid Gedhe Kraton, Pasar Beringharjo, Alun-Alun Utara, Istana Air Tamansari, Benteng Baluwerti, Panggung Krapyak, Tugu Pal Putih, kawasan permukiman, dan Jalan Malioboro. 

Sejarah Panggung Krapyak 

Panggung Krapyak didirikan pada tahun 1760 oleh Sultan Hamengkubuwono I dan memiliki sejarah panjang dan menarik. Dilansir dari pariwisata.jogjakota.go.id, konon Panggung Krapyak dahulu merupakan hutan yang menjadi habitat bagi banyak satwa, salah satunya rusa atau menjangan. Prabu Hanyokrowati, putra Panembahan Senopati, merupakan keluarga Kerajaan Mataram Islam yang sangat gemar berburu di hutan Krapyak, hingga beliau disana pada 1610. Prabu Hanyokrowati diberi gelar Panembahan Seda Krapyak dan dimakamkan di Kotagede. Hingga kemudian Sri Sultan HB I mendirikan Panggung Krapyak sebagai pos berburu dan pertahanan dari binatang buas. 

Struktur Panggung Krapyak

Panggung Krapyak memiliki arsitektur yang unik dan berbeda dengan bangunan lainnya di Yogyakarta. Panggung Krapyak merupakan bangunan bertingkat dengan bentuk empat persegi panjang dan memiliki ukuran 14,8 m x 17,6 m x10 m. Dindingnya terbuat dari batu bata merah dan setiap sisinya terdapat sebuah pintu berbentuk lengkung dan dua buah jendela di sisi kanan dan kirinya. Lantai bawah terdiri dari ruangan dibatasi oleh koridor menjadi empat ruang dan lantai atas merupakan atap yang dibatasi oleh pagar disekelilingnya. Pada lantai bawah terdapat empat pilar yang menjadi titik pertemuan antar dinding sekat. 

Baca juga : Pesona Alam dan Budaya di Desa Wisata Pancoh

Lokasi Panggung Krapyak 

Simbol Sejarah dan Kehidupan Kota Yogyakarta yang Kaya Akan Budaya – Panggung Krapyak berlokasi di Jalan Panjaitan-Jl Ali Maksum Dusun Krapyak Kel. Panggungharjo Kec. Sewon Kab. Bantul Prov. Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *