mostbet az casinolackyjetmostbet casinopin up azerbaycanpin up casino game

Strategi Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman dalam Menjaga Nilai Budaya di Era Digital

Seperti yang telah kita ketahui keberhasilan dari perkembangan tradisi digital diiringi pula oleh tingkat antusiasme masyarakat penggunanya. Menurut Hardesty (tahun), manusia cenderung memiliki 2 perilaku adaptif, bentuk perilaku pertama mengarah pada upaya-upaya manusia dalam menyesuaikan diri ketika dihadapkan oleh masalah lingkungan, perilaku ini disebut juga Idiosyncratic. Di dalam konteks digitalisasi, Idiosyncratic dapat dilihat dari bagaimana proses penerimaan masyarakat dalam menangkap peluang masifnya kemajuan teknologi. Sementara perilaku adaptif lainnya adalah bentuk adaptasi budaya yang bersifat terpolakan, di dalam konteks digitalisasi perilaku ini menunjukkan cara-cara suatu kelompok masyarakat ketika menghasilkan bentuk adaptasi yang sama, yakni menganggap adanya kemajuan teknologi sebagai bentuk integral kehidupannya.

Bagi Hardesty adaptasi merupakan bagian dari proses lahirnya ruang perubahan yang bersifat teknologikal, organisasional, dan ideologikal. Berdasarkan fenomena masyarakat saat ini, inovasi yang dilakukan oleh Keraton Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman mengarah pada strategi adaptasi dan upaya pelestarian kebudayaan secara digital. Merespon kehadiran digitalisasi sebagai upaya menjembatani berbagai pengetahuan dan informasi agar dapat dikonsumsi oleh publik, maka Keraton Yogyakarta dan Pakualaman masing-masing mendirikan semacam divisi komunikasi dan informasi yang disebut Tepas Tandha Yekti. Secara umum tugas utama dari tepas ini adalah mengelola seluruh teknologi informasi dan dokumentasi yang ada di lingkungan Keraton dan Pakualaman.

Pada tahun 2014, Tepas Tandha Yekti yang ada di Keraton Yogyakarta resmi beroperasi dengan sebuah tanggung jawab besar yaitu mengembangkan kehadiran digitalisasi (online presence) melalui keterbukaan informasi di dunia maya. Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu (2017) selaku Penghageng Tepas Tandha Yekti dalam sambutannya pada acara peluncuran situs resmi Karaton Ngayogyakarta Handiningrat (kratonjogja.id) mengatakan bahwa ide awal lahirnya website resmi ini menjadi jawaban dari aspirasi dan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap rasa keingintahuan mereka mengenai kebudayaan Jawa yang informasinya sangat terbatas selama ini.

Strategi yang sama juga dilakukan oleh Kadipaten Pakualaman dalam menghadapi digitalisasi. Sebagai bagian dari pecahan kerajaan Mataram Islam, maka Kadipaten Pakualaman yang hidup berdampingan dengan Keraton Yogyakarta ini juga memiliki struktur organisasinya tersendiri dan di dalam struktur tersebut juga terdapat Tepas Tandha Yekti sebagai bidang yang bertanggung jawab untuk mengelola informasi dan dokumentasi. Berdasarkan pernyataan yang disampaikan dari hasil wawancara dengan KGPAA Paku Alam X (2022) yang dimaksud dengan ‘mengelola informasi dan dokumentasi’ disini artinya adalah bertugas sebagai ‘pengawas’informasi. Menyadari akan resiko dari jejak digital yang sangat fatal apabila keliru dalam menyampaikan informasi, maka pengawasan dalam pelbagai aktifitas digital sangatlah krusial.

Sedikit berbeda dengan Keraton Yogyakarta yang telah meluncurkan website resminya (kratonjogja.id), Kadipaten Pakualaman sampai dengan saat ini memilih untuk tidak mengambil langkah yang sama. Meskipun begitu Kadipaten Pakualaman tetap memiliki akun resmi yang dikelola oleh Tepas Tandha Yekti Pakualaman di beberapa platform media sosial yang familiar dan sering digunakan oleh masyarakat umum, seperti Youtube (@purapakualaman5430), Facebook (Kadipaten Pakualaman), Twitter (@PuraPakualaman), dan Instagram (purapakualaman).

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.