Strategi Pariwisata Berkelanjutan Studi Kasus Pariwisata di Jawa Barat

Sumber: https://elshinta.com/news/314931/2023/09/25/25-september-1810-berdirinya-kota-bandung

Strategi Pariwisata Berkelanjutan Studi Kasus Pariwisata di Jawa Barat – Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Jawa Barat. Sektor ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan daerah dan penciptaan lapangan kerja. Namun, perkembangan pariwisata yang pesat juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial.

Dilansir dari data Pariwisata dan Kebudayaan Dashboard Jabar, Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Provinsi Jawa Barat tahun 2022 sebesar 3,9 atau peringkat ke-7 dari 34 provinsi di Indonesia. Sementara jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bidang Pariwisata mencapai 4.697 T atau meningkat 33,32% dari tahun 2021. 

Dilansir dari antaranews.com, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat menyebutkan bahwa sektor pariwisata Jawa Barat tumbuh positif selama 2023. Hal ini menunjukkan Jawa Barat harus merumuskan strategi pariwisata berkelanjutan untuk mempertahankan eksistensi industri pariwisata di Jawa Barat. 

 Gubernur Jawa Barat periode 2018 – 2023, Ridwan Kamil, menerangkan terdapat empat strategi pengembangan pariwisata di Jawa Barat, yakni memperbaiki akses, membuat destinasi wisata baru, menggelar event Tourism Summit, dan akselerasi desas wisata. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya terus menggali potensi pariwisata di semua daerah, agar pariwisata dapat mendongkrak perekonomian nasional.

Jawa Barat memiliki potensi desa wisata, dimana sebanyak 3.192 desa di Jawa Barat memiliki produk unggulan. Untuk mengoptimalkan potensi Desa Wisata dan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan, Pemprov Jawa Barat mencanangkan Program Desa Digital. Pihak pemerintah mendorong dan membantu pembangunan infrastruktur akses internet gratis bagi daerah yang belum terjangkau oleh jaringan internet. Selain itu, dilakukan pendampingan literasi digital guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menggunakan dan mengelola media sosial dan platform digital lainnya untuk mempromosikan produk desa. Pendampingan dalam menggandeng mitra start up lokal juga dilakukan dengan mengimplementasikan teknologi internet of things (IoT). 

Beberapa kajian mengenai strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan telah dilakukan. Seperti kajian oleh Raharja dkk (2019) yang menjelaskan strategi pengembangan pariwisata di Lebakmuncang, Kab Bandung dengan mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pada elemen-elemen di Desa Wisata Lebakmuncang, Ciwidey, Jawa Barat. Elemen tersebut diantaranya aspek atraksi (tempat wisata alam dan budaya), aspek aksesibilitas, aspek amenitas (fasilitas pendukung), aspek paket yang tersedia, aspek aktivitas, dan aspek pelayanan tambahan (layanan sekunder wisata). 

Kajian oleh Asy’ari (2021), menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism atau CBT) merupakan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Perlunya peran dan sinergitas antar sektoral untuk menjaga komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. 

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Baca juga : Pengembangan Ekowisata sebagai Model Berkelanjutan

Sumber:  

https://opendata.jabarprov.go.id/id/infografik/optimalisasi-potensi-desa-jawa-barat-lewat-program-desa-digital 

Raharja, S. U. J., Marbun, M., & Chan, A. (2019). Strategi Pengembangan Pariwisata Perdesaan di Lebak Muncang, Bandung-Jawa Barat. Sosiohumaniora21(2), 159-165.

Asy’ari, R., Tahir, R., Rakhman, C. U., & Putra, R. R. (2021). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education8(1), 47-58.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *