Strategi Pengembangan Pantai Sipelot Malang sebagai Destinasi Ekowisata

Pantai Sipelot adalah satu pesisir yang berada di Desa Pujiharjo, kecamatan Tirtoyudo kabupaten Malang yang mempunyai panorama alam yang indah, hamparan pasir yang lembut, area bermain yang luas dan pepohonan yang rindang. Wilayah ini memiliki garis panti sepanjang 1.132 m2. Tetapi sangat disayangkan karena belum banyak memiliki sentuhan pembangunan secara fisik. Harusnya, pembangunan kepariwisataan di pesisir Pantai Sipelot dilaksanakan dengan memperhatikan terhadap kelestarian lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir. Kebiasaan buruk masyarakat yang hanya mengeksploitasi tanpa memikirkan kelestariannya berdampak terhadap keharmonisan lingkungan pesisir.

Untuk membangun suatu tempat menjadi destinasi wisata, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Attraction (daya tarik), menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 10 tahun 2009, Daya Tarik Wisata (DTW) adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.
  2. Accesable (transportasi), pengelola harus menyiapkan rute jalan menuju tempat wisata yang baik guna memudahkan kendaraan melintas menuju tempat wisata.
  3. Amenities (fasilitas), pengelola harus menyiapkan sarana dan prasarana dengan baik sehingga wisatawan merasa nyaman dan mudah. Mengingat tujuan adanya fasilitas ini untuk mendukung penciptaan kemudahan, kenyamanan, keselamatan wisatawan dalam melakukan kunjungan ke destinasi wisata.
  4. Ancillary (kelembagaan), lembaga-lembaga ini ditujukan untuk melindunggi dan mengamankan obyek wisata. Dimana ketika wisatawan merasa nyaman, aman, dan terlindungi maka potensi untuk kembali mengunjungi besar.

Berkikut rumusan strategi guna mengembangkan pantai sipelot, antara lain:

  1. Strategi pembangunan produk wisata

upaya yang dapat dilakukan guna mengembangkan objek-objek yang menjadi daya tarik wisata, meningkatkan atraksi wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan dan membuat event-event pariwisata yang bersifat rutin. Selain itu, pemerintah dan masyarakat selaku stakeholder mengembangkan produk-produk wisata yang berpotensi menjadi daya tarik wisata.

  1. Strategi pemasaran dan promosi

Promosi dapat dilakukan melalui media online (website, facebook, twitter, instagram) maupun offline (spanduk, banner, brosur). Bisa juga dengan membuat event-event dengan memanfaatkan media sosial seperti lomba fotografi, vidio cinematik, dan lain-lain.

  1. Strategi pembangunan aksebilitas

Upaya yang dapat dilaksanakan untuk pembangunan aksebilitas ini adalah dengan bekerjasama dengan pihak terkait untuk menyediakan layanan transportasi umum menuju destinasi wisata Pantai Sipelot, meningkatkan akses antar daerah dekat pantai yang memiliki potensi wisata, melengkapi dengan sign system atau rambu-rambu lalu-lintas yang mempermudah wisatawan untuk mencapai pantai.

  1. Strategi pembangunan dan peningkatan sarana dan fasilitas umum

Upaya yang dapat dilakukan dalam strategi ini adalah melakukan pengembanan sarana dan prasarana, meningkatkan fasilitas umum dan mengendalikan sarana prasarana, serta fasilitas umum pendukung kegiatan pariwisata di Pantai Sipelot.

  1. Strategi pembangunan usaha

Kegiatan yang bisa dilakukan pada strategi pengemangan usaha di Pantai Sipelot ini adalah mewujudkan iklim usaha yang menguntungkan bagi dunia usaha pariwisata, memberikan kemudahan investor untuk menanamkan modal di bidang pariwisata dan membuat pola kemitraan dengan masyarakat setempat tentang hal pasal kepariwisataan.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.