Strategi Pengembangan Pariwisata Desa melalui Digitalisasi

Strategi Pengembangan Pariwisata Desa melalui Digitalisasi – Pemerintah saat ini tengah mendorong pembangunan desa wisata di Indonesia. Dilansir dari situs jadesta.kemenparekraf.go.id. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyebutkan bahwa saat ini Indonesia telah memiliki 1.831 desa wisata yang berpotensi menjual daya tarik wisata kepada wisatawan. Potensi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. 

Desa Wisata merupakan konsep pengembangan kawasan perdesaan dengan menyajikan keaslian desa dari aspek adat istiadat, sosial budaya, arsitektural bangunan, budaya keseharian, struktur tata ruang desa, hingga daya tarik wisata desa yang ditawarkan dalam konsep pariwisata terpadu. Terpadu artinya terintegrasi antara daya tarik wisata atau atraksi, akomodasi atau penginapan, dan fasilitas pendukung seperti tranportasi, rumah makan, dan sebagainya. Saat ini, desa wisata sedang didorong pembangunannya oleh pemerintah karena desa wisata menjadi contoh implementasi pembangunan berkelanjutan (sustainability development). 

Komponen pembentuk desa wisata terdiri dari manajemen sumber daya masyarakat, edukasi wisatawan, kemitraan, branding, dan promosi. Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, desa wisata dituntut untuk dapat bertahan dan beradaptasi di era serba digital ini. Era digital menjadi tantangan sekaligus peluang dalam industri pariwisata. Ketersediaan teknologi informasi dan komunikasi mendorong produsen dan destinasi wisata untuk meningkatkan efisiensi dan merekayasa ulang strategi komunikasi dan manajemen. 

Digitalisasi wisata dapat menjadi peluang dalam memberikan berbagai jasa layanan pariwisata yang dapat diakses dengan mudah oleh wisatawan dalam rangka penyelenggaraan pemasaran.  Bagi penerima jasa layanan pariwisata, digitalisasi wisata dianggap mempermudah karena semua orang dapat mengakses informasi tentang suatu daya tarik wisata dilengkapi dengan informasi lain seperti biaya, cara akses lokasi, hingga rekomendasi rumah makan. 

Desa wisata harus didorong selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu dengan menerapkan digitalisasi desa wisata atau digital tourism. Digitalisasi desa wisata dapat diwujudkan melalui beberapa upaya yaitu sebagai berikut. 

  1. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di desa wisata, seperti peningkatan frekuensi dan pembaharuan informasi wisata, pengadaan paket wisata, penyediaan informasi daya tarik wisata dan kondisi akses desa, peningkatan infrastruktur jaringan internet, dan sebagainya;
  2. Branding melalui konten digital kreatif dengan membuat sosial media seperti instagram, tiktok, youtube, dan sebagainya. Tidak lupa melakukan strategi-strategi untuk meningkatkan engagement media sosial;
  3. Inovasi melalui wesbite Jadesta (Jejarig Desa Wisata) dan website khusus daya tarik wisata, dengan menghadirkan informasi daya tarik wisata hingga sistem sewa atau reserved;
  4.  Berkolaborasi dengan BUMN-Start Up seperti dalam menyediakan akomodasi, sajian kuliner, oleh-oleh, dan sebagainya;
  5. Meningkatkan manajemen dan kualitas SDM pengelola desa wisata dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. 

Baca juga : Menyelami Keindahan Bawah Air di Umbul Udal Udalan

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *