mostbet az casinolackyjetmostbet casinopin up azerbaycanpin up casino game

Strategi Triple Bottom Line dalam Program CSR

Strategi Triple Botton line dalam program CSR – Perusahaan sebagai suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri dalam hal keberlanjutan dan keseimbangan. Keberadaan perusahaan dalam suatu masyarakat mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi dan budaya. Dalam perjalanannya, kegiatan perusahaan bersinggungan dengan masyarakat dan lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, perusahaan harus mempertimbangkan dan mempertimbangkan aspek sosial budaya. Salah satu caranya adalah membina hubungan yang saling menguntungkan dengan pemangku kepentingan publik dan swasta lainnya dan dengan berbagai lapisan masyarakat. Hubungan baik tersebut dapat tercipta melalui interaksi antar pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program CSR (Corporate Social Responsibility).

Konsep triple bottom line, yaitu sosial (manusia), lingkungan (planet), dan ekonomi (keuntungan), diperkenalkan oleh John Elkington dalam bukunya tahun 1997. Penting untuk memperjelas kaitan antara tujuan perusahaan dengan keberadaan masyarakat dan lingkungan. Konsep ini juga berlaku pada peran dan tanggung jawab pemangku kepentingan sebagai bagian dari unsur manusia dalam konsep triple bottom line. Pemangku kepentingan mendukung pelaksanaan program tanggung jawab sosial melalui peran dan tanggung jawab mereka, yang tercermin dalam keterlibatan mereka dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Oleh karena itu, dapat dirumuskan sebagai berikut:

People – Tentunya setiap bisnis memiliki orang-orang yang terlibat, baik orang yang menjalankan bisnis tersebut maupun masyarakat sekitar tempat bisnis tersebut berada. Ketika pengusaha merujuk pada TBL, mereka harus menjawab salah satu pertanyaan penting, yaitu: Apa dampak dan manfaat perusahaan bagi pekerja dan masyarakat sekitar? Perlu dipahami bahwa perhatian terhadap operasional perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, menjamin kelangsungan usaha. Oleh karena itu, idealnya perusahaan tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan orang-orang yang berperan penting dalam bisnisnya. Dari segi branding, penerapan konsep ini menciptakan citra perusahaan yang baik di mata karyawan maupun konsumen.

Plenet – Dalam konteks TBL, planet berarti habitat. Setelah manusia, planet adalah elemen terpenting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Elemen planet TBL memandu perusahaan untuk selaras dengan alam dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Tujuannya adalah untuk melindungi lingkungan dan mencegah dampak negatif yang merusak lingkungan, seperti banjir, kebakaran hutan, dan perubahan iklim. Tindakan nyata perusahaan antara lain memperhatikan aspek planetary, seperti mengurangi penggunaan bahan baku impor yang menimbulkan jejak karbon tinggi. Perusahaan juga dapat mengganti kemasan plastik dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan, mengatur pemilahan sampah di tempat produksi atau kantor, mengubah sampah organik menjadi kompos, dll.

Provit- Dalam ekonomi kapitalis, keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada kinerja keuangannya, atau laba yang dihasilkannya bagi para pemegang sahamnya. Inisiatif perencanaan strategis dan keputusan bisnis utama biasanya direncanakan dengan hati-hati untuk memaksimalkan pendapatan sambil meminimalkan biaya dan risiko. Di masa lalu, banyak tujuan perusahaan hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi. Sekarang, para pemimpin yang bertekad menemukan bahwa mereka memiliki kekuatan untuk menggunakan organisasi mereka untuk membuat perbedaan positif di dunia tanpa mengorbankan kinerja keuangan. Dalam banyak kasus, pengenalan inisiatif keberlanjutan telah terbukti berkontribusi pada kesuksesan bisnis.

Baca juga : Sang Hyang Tunggal

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di 0812-3299-9470.

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.