Studi Kelayakan Pengembangan Wisata Antara Lokawisata dengan Pancuran 3 Baturaden Kabupaten Banyumas

PT. Palawi Risorsis merupakan anak perusahaan Perum Perhutani dan mendapat mandat untuk mengelola kawasan hutan di Baturraden termasuk petak 1 G-2. Oleh karena itu, kerjasama pengelolaan kawasan hutan antara PT. Palawi Risorsis dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas merupakan salah satu bentuk penyelesaian permasalahan legal aspek penguasaan kawasan hutan pada alokasi wisata dimaksud.

Penerapan sistem tiket terusan didasarkan pada pemikiran bahwa konsep pariwisata adalah pergerakan orang yang mencari kegembiraan atau berlibur. Mereka akan fokus pada pencarian keunikan dan nilai jual yang ada di sebuah destinasi atau kawasan wisata. Perilaku wisatawan melihat suatu destinasi sebagai satu kesatuan daya tarik yang tidak dipisahkan menurut kewilayahan, menurut kepemilikan, maupun menurut pengelolaan. Pada saat ini dirasakan adanya ketidakpuasan wisatawan yang berkunjung ke Lokawisata Baturraden dan Pancuran 3 karena ada sekat kepemilikan, batas teritorial, serta perbedaan pengelolaan. Ketidakpuasan ini merupakan reaksi dari adanya kebijakan ganda, terutama dalam penarikan KTM ganda atau 2 kali penarikan. Sistem KTM ganda tersebut menyebabkan pelayanan kepada wisatawan kurang maksimal sehingga mengurangi kepuasan pengunjung wisata.

Sistem tiket tunggal telah dikembangkan pada beberapa daya tarik wisata yang dikelola oleh lebih dari satu pihak. Kasus yang paling dekat adalah adanya penarikan KTM 2 kali di Wanawisata Baturraden antara PT Palawi Risorsis dengan Kebun Raya Baturraden dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Permasalahan bisa diatasi dengan baik dan memberi sinergi, ketika kedua belah pihak sepakat melakukan integrasi penarikan tiket.  Fenomena yang sama dapat kita temui di beberapa wilayah lain, misalnya Dieng Wonosobo/Banjarnegara, Kaliurang/Merapi di Yogyakarta, Kawasan Pantai Parangtritris dan Watugupit Gunung Kidul, maupun destinasi mangrove di sekitar Pantai Glagah Yogyakarta. Pada wilayah-wilayah wisata tersebut telah dilakukan integrasi sitem tiket masuk, yaitu merubah sitem tiket ganda menjadi sistem tiket tunggal.

PT. Kirana Adhirajasa Indonesia, selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada PT. Palawi Risorsis, demikian Studi Kelayakan Pengembangan Wisata Antara Lokawisata dengan Pancuran 3 Baturraden Kabupaten Banyumas ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian atau konsultasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *