Tradisi Padusan Menjelang Ramadan

Bulan ramadan merupakan bulan suci yang disambut oleh seluruh umat muslim di berbagai belahan dunia. Banyak hal yang mestinya dipersiapkan oleh umat muslim yang akan melaksanakan ibadah puasa selama kurang lebih 30 hari. Bukan hanya persiapan fisik untuk menjalani ibadah puasa, namun juga persiapan batin dalam rangka mensucikan diri untuk meningkatkan amalan dan ibadah. Di Indonesia sendiri terdapat berbagai macam tradisi guna menyambut datangnya bulan suci ini. salah satunya adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, yaitu Padusan.

Padusan sendiri berasal dari kata adus yang berarti mandi. Padusan merupakan tradisi masyarakat Jawa untuk menyucikan diri, membersihkan jiwa dan raga dalam menyambut datangnya bulan suci. Tradisi padusan ini merupakan warisan leluhur yang dilakukan secara turun temurun ini dijalani dengan cara berendam atau mandi di sumur-sumue atau sumber mata air.

Tujuan dari padusan ini adalah agar saat Ramadan datang, kita dapat menjalani ibdah dalam kondisi suci lahir maupun batin. Selain itu, padusan memiliki makna yang sangat dalam, yakni sebagai media untuk merenung dan instropeksi diri berbagai kesalahan yang telah dibuat pada masa lalu. Oleh karena itu, padusan semestinya dilakukan di tempat yang sepi. Ini diharapkan dapat memunculkan kesadaran pada diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Karena dalam keheningan akan hadir keyakinan dan kesadaran untuk melangkah memasuki bulan Ramadan yang suci sevagai pribadi yang lebih baik lagi.

Sayangnya kini Padusan sudah tergeser makna spiritualitasnya. Padusan yang semestinya dilakukan seorang diri, kini telah berubah menjadi mandi, keramas atau berendam beramai-ramai di satu mata air, sehari sebelum menjalani ibadah puasa Ramadan. Ritual yang semestinya bersifat sakral pun berubah menjadi komoditi pariwisata. Adapun beberapa tempat Padusan yang kerap dikunjungi oleh masyarakat untuk melakukan padusan adalah sebagai berikut:

  1. Pantai Parangtritis, biasanya padusan di pantai parangtritis ini dihadiri sampai ribuan pengunjung yang ingin melaksanakan padusan. Kegiatan padusan disini biasanya dimulai pukul 15.00 sampai pukul 18.00. Tapi, kegiatan padusan disini kerap dianggap bahaya karena ombak uang tinggi dan juga serangan ubur-ubur. Namun hal tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat untuk melakukan padusan di sini.
  2. Jogja Bay, merupakan taman wisata air terbesar di Yogyakarta. Tempat ini kerpa dijadikan lokasi padusan karena airnya yang melimpah. Jogja Bay ini berlokasi di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman.
  3. Air Terjun Sri Gethuk, terletak di tepi sungai Oyo, pengunjung mesti menelusuri sungai menggunakan rakit untuk menikmati keindahan Air Terjun Sri Gethuk. Ketinggian air terjun ini mencapai 50 meter dan alirannya deras. Tiga sumber mata air dari air terjun ini adalah Ngandong, Dong Poh, dan Ngumbul, yang sering dijadikan tempat melakukan tradisi padusan.
  4. Blue Lagon, merupakan tempat wisata dari salah satu sungai alami, yang di sekitarnya terdapat pepohonan bambu yang asri, yang menonjolkan warna permukaan air kebiruan. Air disini segar dan cocok untuk melaksanaka padusan.
  5. Pantai Baron, ombak yang tenang di Pantai ini dinilai cocok untuk digunakan sebagai lokasi menggelar tradisi padusan. Hal ini dikarenakan ada dua bukit yang membatasi ombak, sehingga ombak cukup tenang dan tidak membahayakan masyarakat yang akan melakukan padusan.
  6. Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *