Tren Wisata Horor Dikalangan Generasi Z

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pariwisata di Kota Bandung terus meningkat. Saat ini sektor pariwisataan tidak bisa terlepas dari generasi Z, karena mengingat posisi mereka yang kini menjelma sebagai sosok influencer promotion yang disebabkan generasi mereka yang lahir ditengah perkembangan teknologi yang semakin pesat yang mengakibatkan mereka melek akan teknologi.

Dengan munculnya media sosial sebagai  sebuah hasil dari perkembangan new mediamemunculkan tren baru juga dalam perkembangan didunia pariwisata. Saat ini trend yang sedang berkembang adalah melakukan kunjungan ke berbagai destinasi dengan latar belakang historis yang mengandung kesedihan penyiksaan ataupun hal yang berbau mistis. Ini biasa disebut dengan dark tourisme.

Di Bandung sendiri terdapat banyak destinasi wisata dark tourismeyang menjadi daya tarik bagi Gen Z untuk mengunjungi destinasi tersebut. sebelum melakukan penelusuran, biasanya mereka akan mencari informasi terlebih dahulu tentang objek yang akan mereka sambangi.  Salah satu destinasi yang kerap dikunjungi adalah Jembatan Cincin yang berada di Jatinangor.

Sejarah dari jembatan ini dahulunya merupakan sebuah jembatan perlintasan kereta api yang dibangun pada masa penjajahan Belanda, dibangun pada kisaran tahun 1916 yang mana pembangunannya memanfaatkan tenaga masyarakat dengan sistem kerja paksa (rodi). Selain itu, banyak juga peristiwa tragis yang pernah terjadi di lokasi tersebut, ini menambah suasana sedih bercampur mistis.

Dalam perjalanan ini, biasanya wisatawan akan melakukan mediasi secara astral dan melakukan wawancara dengan warga sekitar atau bisa juga melakukan wawancara dengan warga sekitar atau ke tetua atau kuncen di destinasi yang mereka sambangi.

Banyak wisatawan yang melakukan wisata horor ini berlandaskan akan hasrat keingintahuan yang sangat tinggi akan pengalaman di luar nalar yang dapat dirasakan  ketika mengunjungi beberapa destinasi yang memiliki latar belakang sejarah yang tragis. Selain berwisata, mereka juga mendapatkan ilmu dan pengetahuan lain seperti sejarah seputar destinasi yang mereka kunjungi.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *