Tumbuhnya Tren Wisata Minat Khusus Dan Pengaruhnya Terhadap Kunjungan Desa Wisata Candirejo Dikawasan Borobudur, Jawa Tengah

Pariwisata sebagai salah satu sektor dalam pembangunan Indonesia, merupakan sektor yang sangat dinamis didalam menagkap berbagai kecenderungan perkembangan global. Hal ini terlihat dari terjadinya pergeseran orientasi motivasi kunjungan wisatawan dari mass tourism kepada suatu bentuk kunjungan individual/kelompok kecil yang berminat pada kehidupan keseharian. Disamping itu, pariwisata adalah suatu sektor yang dinamis dan sangat tanggap terhadap berbagai kecenderungan dan perkembangan nilai kehidupan baru (Machin, 1986) dan (Hughes-Freeland, 1990). Desa wisata merupakan salah satu jawaban dari perkembangan kecenderungan pasar, dimana orientasi pilihan wisatawan pada hotel besar dan modern telah bergeser pada pilihan-pilihan tipe akomodasi atau juga produk yang berskala kecil, tetapi unik.

Melalui desa wisata, diharapkan terjadi permerataan yang sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata yang berkesinambungan. Bercermin kepada pola konsumsi wisatawaan terutama mancanegara maka dewasa ini banyak bermunculan wisatawan minat khusus yang orientasinya tidak lagi terbelenggu oleh keindahan alam semata tetapi lebih kepada suatu interaksi baik terhadap budaya, masyarakat maupun alam setempat. Effektifitas dan wujud dari interaksi yang maksimal dapat direalisasikan melalui keunikan suatu kawasan. Terutama jika dikawasan tersebut ditemui hal-hal yang tidak lazim dan berbeda dari kesehariam wisatawan tersebut. Keunikan tersebut dapat tertuang dalam suatu bentuk kebiasaan, aktivitas sehari-hari, ritual serta pola hidup yang harmonis dengan alam. Berlandaskan semangat untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat serta menyikapi keinginan wisatawan untuk mencari sesuatu hal yang baru, eksotisme, maka konsep desa wisata merupakan salah satu sarana untuk menyatukan kedua elemen tersebut.

Adanya trend atau kecenderungan yang signifikan pada dua decade terakhir ini, yaitu segmen pasar wisata minat khusus memberikan pengaruh kepada perkembangan desa wisata. Wisatawan dengan berbagai motivasi melakukan perjalanan wisata ke desa wisata untuk bisa menikmati kehidupan masyarakat, berinteraksi secara aktif dalam berbagai aktivitas di lokasi desa wisata dan juga belajar kebudayaan lokal setempat. Atraksi yang ada pada desa wisata akan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pola kunjungan wisatawan di desa wisata. Beberapa desa wisata seperti Candirejo di kawasan Borobudur dan desa wisata Karangbanjar di Purbalingga menawarkan suasana dan aktivitas pedesaan yang dikemas dalam bentuk paket wisata. Menurut Daldjoeni (1998), setiap desa akan memiliki geographical setting dan human effort yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Hal ini akan mempengaruhi strategi masyarakat sebagai host community dalam memanfaatkan potensi yang ada untuk dikemas sebagai atraksi yang menarik bagi wisatawan. Wisatawan memiliki preferensi tertentu dengan atraksi yang disajikan sehingga atraksi harus dikembangkan dan dikelola sesuai dengan potensi desa sehingga mampu memenuhi apa yang diharapkan oleh wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *