Upaya Melestarikan Candi Tegowangi sebagai Tempat Peninggalan Bersejarah di Kediri

Candi di Kediri umumnya memiliki struktur ragam hias dan relief yang berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah. Hal ini karena pengaruh kuat kerajaan kediri dan kerajaan Majapahit. Candi Tegowangi merupakan peninggalan kerajaan Majapahit  dengan corak Budha-Hindu yang terletak di Desa Tegowangi, kecamatan Plemahan.

Candi Tegowangi ini tidqak lepas dari cerita sejarah lama yang banyak mengandung pesan moral dan makna simbolik yang tersembunyi di setiap pahatan reliefnya. Yang akan diwariskan, dikembangkan dan dipelihara bersama setiap generasi berikutnya.

Candi ini terbuat dari batu andesit dengan hanya terdapat bangunan struktur kaki candi saja, tubuh dan atap candi belum selesai dibangun. Dinamakan Candi Tegowangi karena letaknya berada di desa Tegowangi dan penamaannya tidak ada kaitannya dengan sejarah candi. Candi ini sebenarnya bernama Kusumapura atau tempat peribadatan umat Hindu. Di reliefnya menceritakan tentang kisah Sudamala, makna Sudamala sendiri merupakan gabungan dari kata “Suda” yang memiliki arti mengurangi dan “Mala” yang memiliki arti petaka. Dengan demikian, Sudamala dapat diartikan sebgai mencegah hal buruk datang. Tokoh utama kisah ini adalah Sadewa, ia adalah si bungsu pandawa. Sudamala adalah gelar yang diturunkan kepada Sadewa berkat jasanya mengenyahkan kutukan yang menimpa Dewi Uma Candi Tegowangi memiliki dewa utama yaitu Dewa Siwa.

Saaat ini, Candi Tegowangi berfungsi sebagai destinasi wisata cagary budaya agar generasi milenial tahu betapa pentingnya sejarah suatu negara dan juga banyak seniman terkenal yang mengunjungi pura dan melakukan pertunjukan serta tempat peribadatan umat Hindu. Adapun pemugarannya sendiri hanya sebatas merestorasi bentuk aslinya bukan bentuk utuh, bahkan ada batu-batu yang hilang di candi yang dipasangi batu tunggal atau replika. Adapun pemugarannya sendiri, tidak sembarang orang melainkan oleh para ahli di bidang pemugaran.

Cara melestarikan dan membersihkan candi Tegowangi dengan metode pengawetan manual kering mekanis, menggunakan sapu untuk membersihkan candi agar karya relief tidak cepat tergores dan hilang. Upaya pelestarian para penjaga candi Tegowangi adalah dengan melayani pengunjung dan memberikan informasi yang sebaik-baiknya, menjelaskan nilai-nilai moral yang terkandung dalam relief candi sehingga anak-anak zaman sekarang mengetahui bahwa candi Tegowangi merupakan peninggalan masa lalu yang seharusnya mereka miliki.

Masyarakat juga terlibat dalam menjaga andi Tegowangi dengan membangun komunitas bernama Rawis yang tertarik dengan pariwisata di daerah tersebut. dengan ikut membantu juru wihara candi Tegowangi membersihkan area luar candi. Penjaga candi Tegowangi sendiri adalah pegawai BPCB Trowulan, Jawa Timur yang bekerja sama dengan dinas pariwisata Kediri.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *