Visi Banyumas Pengembangan Kawasan Kota Baru Purwokerto

Visi Banyumas Pengembangan Kawasan Kota Baru Purwokerto – Pengembangan wilayah merupakan sebuah konsep strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di suatu wilayah. Hal ini dicapai melalui berbagai upaya terencana dan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta.

Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang sedang mengembangkan wilayah. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 7 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2005 – 2025, dijelaskan bahwa kawasan Purwokerto dan sekitarnya ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Kota Purwokerto ditetapkan sebagai pusat perdagangan, baik sebagai distributor maupun sebagai retail untuk wilayah di Jawa Tengah bagian barat daya serta sebagai kota tujuan wisata belanja yang potensial. 

Dalam RPJMD Kabupaten Banyumas tahun 2005 – 2025 dijelaskan bahwa pemekaran wilayah Kabupaten Banyumas dilaksanakan pada periode 2014 – 2019. Pemekaran wilayah Kabupaten Banyumas terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Kabupaten Banyumas dan Kota Madya Purwokerto. Dalam pembangunan Kota Madya Purwokerto direncanakan pembangunan Kota Baru di kawasan Tanjung, Purwokerto Selatan. 

Dilansir dari Banyumasnews.com, pembangunan Kawasan Kota Baru Purwokerto berlokasi di kawasan Jalan Bung Karno. Pembangunan proyek ini dilakukan dengan membebaskan lahan seluas 50 hektar di tahun 2014. Kawasan Kota Baru Purwokerto rencana terdiri dari CBD (central business district) dan kantor pelayanan pemerintahan baru dengan mempertimbangkan zona hijau. 

Awal pembangunan Kawasan Kota Baru Purwokerto dimulai dengan pembangunan jalan dengan jembatan yang berkonsep menyerupaki lorong besar yang dihiasi lampu warna – warni serta pembangunan Menara Pandang setinggi 117 meter. Di dalam menara ini terdapat sentra kuliner dan UMKM, Plaza Bung Karno, dan area parkir. 

Rencana pembangunan lainnya yaitu akan dibangun masjid megah di lahan seluas 30.000 meter persegi sebagai salah satu ikon Perkotaan Purwokerto. Dilansir dari jateng.tribunnews.com, arsitektural masjid ini dirancang oleh Ex-Gubernur Jawa Barta, Ridwan Kamil, dengan mengambil inspirasi arsitektur dari senjata asal Banyumas bernama kudi. 

Kabar terbaru, pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong pengembangan Kawasan Jalan Bung Karno dengan membangun berbagai infrastruktur, salah satunya danau retensi atau yang biasa dikenal dengan embung. Embung dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 8 hektar. Nantinya, embung ini akan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, konservasi air dan sumber air baku, tempat penyimpanan air untuk musim kemarau, pengendali banjir, dan resapan air. 

Pembangunan Kawasan Kota Baru Purwokerto menjadi bukti komitmen Kabupaten Banyumas dalam mewujudkan visi dan misinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, Purwokerto melangkah maju menuju masa depan gemilang sebagai pusat kegiatan nasional dan kota tujuan wisata belanja yang potensial.
Baca juga : Pengembangan Pariwisata Budaya Melalui Bahasa

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *