mostbet az casinolackyjetmostbet casinopin up azerbaycanpin up casino game

Wisata Budaya Keraton Cirebon

Kota cirebon terkenal dengan adanya Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan sebagai potensi untuk menjadi destinasi utama wisata budaya dan sejarah di kota ini. Kota Cirebon juga dijuluki dengan The Gate Secret karena memiliki wisata sejarah kerajaan Islam, Makan Sunan Gunung Jati, Masjid Agung Sang Cipra Rasa, dan Kawasan Keraton.  Di cirebon sendiri terdapat tiga bagian keraton yang sudah dilakukan sejak pangeran Girilaya meninggal pada tahun 1667 yang sampai saat ini ketiga keraton ini masih menunjukkan eksistensinya. Ketiga keraton tersebut adalah:

  1. Keraton Kasepuhan, didirikan pada tahun 1529 digunakan sebagai tempat tinggal sultan dan keluarganya, sebagai pusat pemerintahan, dan sebagai pusat adat tradisi kebudayaan. Keraton ini memiliki arti nama “tua” yang berasal dari Bahasa Sunda. Komplek yang dimiliki Keraton Kasepuhan ini menghadap ke utara dan dikelilingi oleh kuta kosod (susunan bata merah) dan memiliki keunikan, yaitu bangunan ini hasil perpaduan antara kebudayaa n Islam dengan Hindu-Buddha. Disini terdapat masjid yang didirikan oleh Sunan Gunung Jati pada tahun 1498 yang memiliki ciri khas pada arsitekturnya karena terdapat akulturasi budaya pra-islam dengan pengaruh budaya hindu.
  2. Keraton Kanoman, didirikan sekitar tahun 1678-1679 M oleh Sultan Anom. Lokasi keraton ini tersembunyi dibalik Pasar Kanoman. Komplek Keraton Kanoman membentang dari utara ke selatan mengikuti magnet bumi dan mengikuti konsep kota tradisional.
  3. Keraton Kacirebonan, didirikan tahun 1808 oleh Pangeran Muhammad Chaerudin. Keraton ini memeiliki tata letak bangunan memanjang dari utara ke selatan dan hanya memiliki satu akses gerbang masuk yang dikelilingi oleh benteng sebagai pembatas dengan permukiman warga.

Keraton-keraton Cirebon biasanya menjadikan seni budaya sebagai media untuk menyebarkan ajaran agama Islam, salah satunya Tari Topeng. Tari Topeng ini sudah berkembang sejak abad ke-10 M hingga ke 16 M. Terdapat filosofi dalam pertunjukan tari topeng, hal ini dapat diketahui melalui variasi topeng yang digunakan oleh penari. Filosofi tari topeng ini mengisahkan kehidupan manusia dari lahir hingga dewasa. Tari topeng digambarkan dengan 5 karakter manusia, yaitu Panji sebagai simbol kesucian, Samba sebagai simbol yang masih banyak belajar, Rumnyang sebagai simbol sifat yang masih labil, Tumenggung sebagai simbol orang yang sudah bisa membedakan baik dan buruk, dan Kelana sebagai simbl angkara murka (tamak). Selain tari topeng, ada juga tari yang terkenal mengandung unsur-unsur magis, yaitu Tari Sintren. Tari ini memiliki unsur magis yang mempunyai keistimewaan, yaitu menari dalam keadaan kesurupan. Tari ini memiliki makna yang menceritakan perwujudan manusia sering lupa diri saat sudah menjadi orang yang hebat.

Selain seni budaya, masih ada upacara adat yang diselenggarakan di keraton ini, salah satunya Panjang Jimat dan Grebeg Syawal. Panjang Jimat adalah upacara yang dilakukan untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Upacara Pajang Jimat ini mengandung nilai yang sarat akan makna, seperti nilai-nilai taulaudan Rasulullah, nilai religious, nilai historis, dan gotong royong. Sedangkan Tradisi Grebeg Syawal merupakan acara yang dilakukan setelah selesainya puasa sunnah pada bulan syawal, yaitu pada tanggal 7 Syawal. Grebeg Syawal dijadikan ajang untuk berziarah dan silatrrahmi ke makam leluhur yang biasanya dihadiri oleh keluarga keraton dan masyarakat Kota Cirebon.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, kajian pariwisata, RIPPARDA, Bisnis Plan.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.