Circular tourism menjadi salah satu pendekatan untuk membangun pariwisata yang lebih berkelanjutan. Model ini mendorong pelaku pariwisata untuk mengurangi limbah, menggunakan sumber daya secara efisien, dan memperpanjang masa penggunaan produk.
Apa Itu Circular Tourism?
Circular tourism merupakan konsep pariwisata yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam kegiatan wisata. Pelaku usaha mengurangi penggunaan sumber daya baru dan memaksimalkan penggunaan kembali berbagai material.
Misalnya, hotel dapat mengurangi sampah plastik, menggunakan kembali air, dan memilih produk dengan kemasan yang dapat digunakan berulang. Destinasi juga dapat mengolah limbah organik menjadi kompos.
Manfaat Circular Tourism
Penerapan circular tourism memberikan beberapa manfaat, antara lain:
- Mengurangi limbah pariwisata dari hotel, restoran, dan destinasi.
- Menghemat penggunaan sumber daya seperti air, energi, dan bahan baku.
- Mendorong inovasi usaha pariwisata melalui produk yang lebih ramah lingkungan.
- Meningkatkan efisiensi operasional bagi pelaku usaha.
- Mendukung keberlanjutan destinasi dalam jangka panjang.
Penerapan Circular Tourism
Pelaku pariwisata dapat menerapkan konsep ini melalui penggunaan energi terbarukan, pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah, penggunaan produk lokal, dan program daur ulang. Selain itu, wisatawan dapat ikut berperan dengan memilih produk ramah lingkungan dan mengurangi sampah selama perjalanan.
Dengan demikian, circular tourism sebagai model pariwisata masa depan dapat membantu destinasi mengurangi tekanan terhadap lingkungan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih efisien. Pendekatan ini juga mendorong pelaku pariwisata untuk membangun sistem usaha yang lebih berkelanjutan.
Baca juga : Cara Mengukur Emisi Karbon dalam Aktivitas Pariwisata
Whatsapp: (0812-3299-9470)
Instagram: @jttc_jogja

Comments are closed