Kawasan pariwisata membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung aktivitas wisata tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap lingkungan. Oleh karena itu, green infrastructure pariwisata menjadi pendekatan penting dalam perencanaan kawasan yang lebih ramah lingkungan.
Apa Itu Green Infrastructure Pariwisata?
Green infrastructure pariwisata merupakan perencanaan infrastruktur yang memanfaatkan elemen alami untuk mendukung fungsi kawasan wisata. Misalnya, pengelola dapat memanfaatkan ruang terbuka hijau, taman, vegetasi, area resapan air, dan sistem pengelolaan air yang lebih ramah lingkungan.
Selain meningkatkan kualitas lingkungan, infrastruktur hijau juga dapat membuat kawasan wisata terasa lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Mengapa Infrastruktur Hijau Penting?
Pembangunan kawasan wisata dapat meningkatkan kebutuhan air, energi, lahan, dan fasilitas pendukung. Namun, perencanaan yang kurang tepat dapat meningkatkan limpasan air, mengurangi ruang hijau, dan memberikan tekanan terhadap lingkungan.
Karena itu, pemerintah dan pengelola perlu mengintegrasikan unsur lingkungan sejak tahap perencanaan. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas kawasan.
Bentuk Green Infrastructure di Kawasan Wisata
Beberapa bentuk infrastruktur hijau yang dapat diterapkan antara lain:
- Ruang terbuka hijau dan taman.
- Jalur hijau di kawasan wisata.
- Area resapan air dan rain garden.
- Penghijauan di sekitar fasilitas wisata.
- Jalur pedestrian yang terintegrasi dengan vegetasi.
- Sistem pengelolaan air hujan.
- Penggunaan permukaan yang dapat menyerap air.
Selain itu, vegetasi lokal dapat menjadi bagian dari desain kawasan. Penggunaan tanaman yang sesuai dengan kondisi setempat dapat membantu menjaga karakter alami destinasi.
Manfaat bagi Lingkungan dan Wisatawan
Green infrastructure dapat membantu mengelola air hujan, mengurangi panas kawasan, dan menjaga ruang hijau. Di sisi lain, keberadaan taman dan jalur hijau dapat menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi wisatawan.
Selanjutnya, infrastruktur hijau juga dapat memperkuat karakter visual destinasi. Dengan lingkungan yang lebih tertata dan alami, pengalaman wisatawan dapat menjadi lebih baik.
Perencanaan Green Infrastructure Berbasis Data
Perencanaan infrastruktur hijau perlu mempertimbangkan kondisi setiap destinasi. Misalnya, pengelola dapat menganalisis kondisi lahan, penggunaan ruang, kebutuhan air, vegetasi, serta risiko lingkungan.
Selanjutnya, hasil analisis dapat menjadi dasar untuk menentukan lokasi ruang hijau, area resapan, jalur pedestrian, dan fasilitas lingkungan lainnya. Dengan pendekatan tersebut, green infrastructure pariwisata dapat mendukung pembangunan kawasan wisata yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca juga : Sustainable Mobility untuk Mengurangi Dampak Transportasi Wisata – Penelitian Pariwisata
Whatsapp: (0812-3299-9470)
Instagram: @jttc_jogja
Comments are closed