Slow Tourism: Arah Baru Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

Pariwisata Indonesia selama ini dikenal luas dengan keindahan destinasi seperti Bali dan Raja Ampat. Namun, sebagian besar pengelolaan pariwisata masih belum ramah lingkungan. Sebuah pendekatan baru bernama slow tourism kini mulai diperkenalkan sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Konsep ini mengusung ide bahwa berwisata sebaiknya dilakukan dengan cara yang tidak tergesa-gesa, lebih mendalam, dan berdampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat lokal.

Dalam diskusi kebijakan publik bertajuk “Elaborasi” yang diselenggarakan BRIN, para peneliti memperkenalkan slow tourism sebagai model kepariwisataan yang mengurangi tekanan terhadap alam, budaya, dan sosial ekonomi setempat. Gagasan ini berangkat dari gerakan slow food di Italia, yang menolak budaya serba cepat dan mendorong konsumsi makanan lokal yang sehat. Prinsip serupa diterapkan dalam slow tourism: wisatawan didorong untuk tinggal lebih lama, berinteraksi dengan warga lokal, serta menggunakan transportasi dan fasilitas yang ramah lingkungan.

Slow tourism bukanlah lawan dari wisata cepat (fast tourism), melainkan pendekatan yang menolak wisata massal yang cenderung mengejar keuntungan ekonomi jangka pendek. Dalam praktiknya, pendekatan ini menyarankan pembatasan kunjungan wisatawan, pelestarian lahan produktif, serta pengembangan sarana transportasi umum dan energi terbarukan. Pendekatan ini dinilai lebih holistik karena mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kualitas hidup, dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga : Perencanaan Pariwisata: Kunci Pengembangan Destinasi yang Berkelanjutan

Namun, pengembangan slow tourism menghadapi tantangan besar, mulai dari paradigma pembangunan yang masih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, hingga belum adanya kebijakan spesifik di tingkat nasional. Peneliti BRIN menekankan pentingnya mengubah cara pandang wisatawan dan pemangku kepentingan, dari sekadar konsumsi destinasi menjadi pencarian pengalaman dan makna. Hal ini menuntut adanya transformasi dalam kebijakan, strategi promosi, serta produk-produk wisata yang ditawarkan.

Slow tourism membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata berkualitas di Indonesia. Salah satu bentuk konkret yang bisa diterapkan adalah wisata kuliner dan gastronomi lokal. Selain mendukung pelestarian budaya, pendekatan ini berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan riset, kerangka kerja internasional seperti pedoman UN Tourism, serta keterlibatan berbagai pihak, slow tourism dapat menjadi pijakan menuju masa depan pariwisata Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Untuk informasi lainnya hubungi admin kami di:

Whatsapp: (0812-3299-9470)

Instagram: @jttc_jogja

Referensi Tulisan : brin.go.id/news/122578/kenali-slow-tourism-konsep-pariwisata-baru-untuk-mendukung-keberlanjutan-lingkungan

Tags:

Comments are closed

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.