Tren Penginapan Mengarah ke Golf Tourism: Peluang Baru di Indonesia

golftourism

Tren pariwisata terus berkembang, dan saat ini, salah satu tren yang mulai menarik perhatian adalah golf tourism atau pariwisata berbasis olahraga golf. Tren ini mulai terlihat di Indonesia, didukung oleh minat yang tinggi terhadap olahraga golf meskipun fasilitas lapangan golf masih terbatas.

Direktur Utama PT Lorin International Hotel (LIH), IB Santoso, menyebutkan bahwa tren ini memengaruhi konsep penginapan yang dikelola perusahaannya. PT LIH kini tidak hanya fokus pada pengelolaan hotel konvensional, tetapi juga merambah pada konsep penginapan yang terintegrasi dengan fasilitas golf. Beberapa properti yang dikelola, seperti New Kuta Hotel di Bali dan proyek Black Rocks & Golf Club di Belitung, mencerminkan langkah nyata menuju arah ini.

Mengapa Golf Tourism Penting?

Golf tourism memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), olahraga golf merupakan bagian dari sport tourism yang saat ini sedang menjadi fokus utama dalam pengembangan pariwisata. Lokasi seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Bintan, dan Belitung memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman bermain golf di destinasi eksotis.

Selain itu, golf tourism juga memberikan nilai tambah bagi pengembangan properti penginapan. IB Santoso menambahkan bahwa konsep penginapan dengan fasilitas golf memberikan daya tarik lebih bagi wisatawan kelas menengah atas, baik dari dalam maupun luar negeri. Contoh konkret adalah proyek Black Rocks & Golf Club di Belitung, yang mencakup 600 hektare lahan dengan fasilitas lapangan golf dan akomodasi eksklusif.

Tantangan dan Peluang

Meski potensinya besar, pengembangan golf tourism di Indonesia menghadapi beberapa tantangan. Salah satu yang utama adalah keterbatasan jumlah lapangan golf berkualitas internasional di berbagai daerah. Selain itu, pengelolaan properti dengan konsep ini membutuhkan investasi yang besar serta koordinasi antara sektor swasta dan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan fasilitas dan layanan.

Namun, peluang yang ditawarkan tidak kalah menarik. Dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman wisata yang unik dan eksklusif, golf tourism dapat menjadi salah satu daya tarik utama bagi pasar wisatawan mancanegara. Terlebih lagi, lokasi Indonesia yang strategis di Asia Tenggara memberikan keunggulan kompetitif untuk menarik wisatawan dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Langkah Ke Depan

Melihat potensi ini, PT LIH berencana terus memperluas portofolio properti dengan konsep golf tourism. Selain Belitung, mereka juga mengembangkan proyek serupa di Hambalang dengan fasilitas 100 unit vila privat yang dilengkapi lapangan golf. Hal ini sejalan dengan arahan Komisaris PT LIH, Darma Mangkuluhur, yang menekankan pentingnya inovasi dalam industri perhotelan untuk mengikuti tren global.

Sebagai bagian dari pengembangan sport tourism di Indonesia, golf tourism dapat menjadi katalisator untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia di kancah internasional. Dengan sinergi antara sektor swasta dan pemerintah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu tujuan utama bagi penggemar olahraga golf di dunia.

 

Sumber : https://ekonomi.espos.id/tren-penginapan-kini-mengarah-ke-golf-tourism-2041265

 

Tags:

Comments are closed

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.