Ancaman Pembangunan Pariwisata Terhadap Situs Cagar Budaya di Yogyakarta

Ancaman Pembangunan Pariwisata Terhadap Situs Cagar Budaya di Yogyakarta – Yogyakarta, dikenal sebagai kota budaya yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa. Kota ini memiliki banyak situs cagar budaya yang menjadi daya tarik wisatawan, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, dan masih banyak lagi. Kekayaan yang dimiliki menjadikannya sebagai destinasi utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman unik. Jumlah wisatawan yang terus mengalami peningkatan disamping memberikan peluang juga memberikan adanya ancaman. Ancaman tersebut akan memberikan dampak negatif jika tidak segera ditangani. Selain kenaikan jumlah wisatawan, masih terdapat ancaman lain yang dapat berdampak pada keberadaan dan kelestarian situs cagar budaya di Yogyakarta

Over-tourism 

Salah satu ancaman utama terhadap situs cagar budaya di Yogyakarta adalah over-tourism. Lonjakan jumlah wisatawan yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan fisik pada situs-situs bersejarah. Kunjungan wisatawan dalam jumlah yang besar dapat memicu erosi, kerusakan struktur bangunan, dan bahkan pencurian artefak bersejarah.

Infrastruktur pariwisata yang tidak terkontrol

Pembangunan infrastruktur pariwisata yang tidak terkontrol dapat menjadi ancaman serius bagi situs cagar budaya. Pembangunan jalan, pengembangan area parkir, dan pembangunan fasilitas pariwisata harus berpedoman pada peraturan yang berlaku pada kawasan cagar budaya. 

Baca juga : Benteng Vredeburg Warisan Cagar Budaya Kasultanan Yogyakarta

Komersialisasi berlebihan 

Komersialisasi yang berlebihan dapat mengubah karakter asli situs cagar budaya. Pendekatan pemasaran yang hanya berfokus pada daya tarik komersial dapat mengesampingkan nilai-nilai budaya dan sejarah. Warung, toko suvenir, dan infrastruktur komersial lainnya yang berkembang di sekitar situs harus dibangun mengikuti dengan gaya dan arsitektural situs serta dilakukan pembatasan terhadap kegiatan yang dapat mengesampingkan hingga menghilangkan karakter asli situs cagar budaya. 

Kurangnya pengelolaan wisata berkelanjutan 

Kurangnya pengelolaan wisata berkelanjutan dapat memperburuk kondisi situs cagar budaya. Diperlukan tindakan proaktif untuk melibatkan pihak-pihak terkait dalam mengembangkan strategi pengelolaan wisata yang berkelanjutan, termasuk pengelolaan jumlah wisatawan dan penerapan aturan ketat terhadap perilaku yang merusak.

Kurang kepedulian dari masyarakat lokal

Keterlibatan dan kesadaran masyarakat lokal sangat penting dalam menjaga keberlanjutan situs cagar budaya. Kurangnya perhatian atau bahkan ketidakpedulian dari masyarakat lokal dapat mengakibatkan peningkatan risiko perusakan dan pencurian benda-benda bersejarah.

Perubahan kondisi lingkungan 

Perubahan lingkungan, seperti pencemaran udara dan air, juga dapat mengancam situs cagar budaya. Hal ini karena perubahan lingkungan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur fisik situs cagar budaya.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungu admin kami di(0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *