Tren menikmati kopi di kedai semakin berkembang di Indonesia, mendorong minat generasi muda untuk menekuni profesi barista. Data dari Kemendikbud-Ristek menunjukkan peningkatan peserta pelatihan barista hingga 240% dalam tiga tahun terakhir, mencerminkan prospek cerah profesi ini.
Lebih dari Sekadar Penyeduh Kopi
Seorang barista tidak hanya menyeduh kopi, tetapi juga menentukan kualitas dan cita rasanya. Keahlian dalam memilih biji kopi, teknik penggilingan, serta metode penyeduhan sangat penting untuk menghasilkan rasa yang optimal. Selain itu, keterampilan latte art menjadi nilai tambah bagi seorang barista profesional.
Baca Juga : Membangun Pariwisata Bahari yang Berkelanjutan: Penerapan Konsep Ekonomi Biru di Indonesia
Namun, keahlian saja tidak cukup. Sertifikasi barista menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing di industri ini, baik di dalam negeri maupun global.
Barista Indonesia Berprestasi di Dunia
Profesi barista membuka peluang berkompetisi di tingkat dunia. Mikael Jasin berhasil meraih Juara 1 dalam World Barista Championship 2024 di Korea Selatan. Ryan Wibawa menempati peringkat ke-3 dalam World Brewers Cup 2024 di Amerika Serikat, sementara Mandie Soengkono meraih posisi kedua di World Cup Tasters Championship 2023 di Yunani.
Masa Depan Barista di Indonesia
Dengan meningkatnya jumlah kedai kopi dan dukungan pelatihan, profesi barista terus berkembang. Peluang kerja semakin luas, baik di dalam maupun luar negeri. Untuk sukses, calon barista perlu terus meningkatkan keterampilan dan memperoleh sertifikasi guna memperkuat daya saing mereka di industri kopi yang dinamis.
Untuk informasi lainnya hubungi admin kami di:
Whatsapp: (0812-3299-9470)
Instagram: @jttc_jogja

Comments are closed