Berikut Cara Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi Kreatif

Objek Industri Kreatif

Industri kreatif membutuhkan inovasi untuk penciptaan karya. Tentu hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif.

Industri kreatif merupakan tempat untuk proses penciptaan, kreativitas, dan ide dari individu atau kelompok yang dapat menghasilkan sebuah karya tanpa mengeksploitasi sumber daya alam serta bisa menjadi produk ekonomi. Definisi lainnya mengungkapkan bahwa industri kreatif adalah industri yang mengandalkan keterampilan, kreativitas, dan bakat seseorang untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Daya kreasi dan daya cipta yang dimiliki oleh seseorang mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, sehingga industri ini perlu dikembangkan menjadi salah satu penopang perekonomian Indonesia. Bila sektor lain sangat bergantung pada kuantitas faktor produksi atau sumber daya alam dan manusia, maka industri kreatif lebih membutuhkan soft skill atau kualitas SDM yang bertalenta, inovatif dan tentunya kreatif.

Kebanyakan industri kreatif umumnya dibangun oleh individu atau sekelompok orang dengan kemampuan intelektualitas mampu menciptakan karya atau produk otentik sesuai permintaan pasar. Banyaknya peminat industri kreatif yang meningkat membuat persaingannya di pasar semakin ketat. Setiap individu maupun yang ingin berkecimpung di industri secara tidak langsung dituntut untuk peka terhadap perubahan dan cermat dalam mengamati perkembangan pasar. Sinergi antara para elemen akan mendorong karya-karya kreatif  untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih besar.

baca juga: Rencana Induk Pariwisata Daerah, Berikut Dasar Hukumnya?

Maka dari itu, untuk menghadapi tantangan yang semakin berat ke depan di industri kreatif, dibutuhkan nilai tambah ekonomi kreatif untuk memperkuat kemampuan industri kreatif guna bersaing dengan produk-produk  ekonomi kreatif impor.  Berikut cara-cara untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif:

  1. Meregulasi Objek Kreativitas

Meregulasi objek kreativitas anak bangsa menjadi kewajiban bagi pemerintah. Salah satunya adalah dengan memberikan perlindungan terhadap hak cipta kepada pencipta, inovator, serta pelaku bisnis. Kreativitas merupakan komoditi ekonomi yang dapat diperjualbelikan, sehingga diperlukan kebijakan resmi untuk mendukung dan melindunginya. Terdapat regulasi untuk mendukung kreativitas di Indonesia, yakni Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta dan Hak Intelektual.

2.Membentuk Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif)

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) merupakan lembaga yang dibentuk oleh negara untuk menjadi wadah kreativitas bagi individu untuk menyalurkan ide-ide kreatifnya. Keberadaan Bekraf dapat mendorong masyarakat untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya baru. Lembaga ini juga bisa menjadi jalan alternatif untuk meningkatkan perekonomian negara dengan menghasilkan ide-ide segar.

3.Mengintegrasikan Aset dan Potensi

Kemudian hal lain untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif  adalah mengintegrasikan aset dan potensi untuk dikembangkan menjadi objek kreativitas. Pengelolaan aset yang maksimal dapat menjadi sumber modal untuk industri kreatif sehingga masyarakat dapat turut andil dalam menghasilkan produk-produk kreatif dengan maksimal.

Industri kreatif merupakan sektor yang terus berkembang seiring pertumbuhan teknologi informasi di era globalisasi dan sangat berpotensi meningkatkan nilai ekonomi. Eksplorasi ide serta kreativitas yang tanpa batas akan membuat industri ini terus bertumbuh tanpa bergantung pada sumber daya alam.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di 081232999470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *