Doom tourism menjadi tren yang semakin populer. Banyak wisatawan berbondong-bondong mengunjungi tempat-tempat yang berada di ambang kehancuran. Berikut adalah beberapa destinasi terkenal yang menjadi simbol dari fenomena ini:
1. Great Barrier Reef, Australia
Great Barrier Reef merupakan ekosistem terumbu karang terbesar di dunia yang terletak di Australia. Terumbu karang ini menghadapi ancaman serius dari pemanasan global, yang menyebabkan fenomena pemutihan karang (coral bleaching). Penelitian menunjukkan bahwa 69% wisatawan yang mengunjungi terumbu ini merasa terdorong untuk melihatnya sebelum mengalami kerusakan lebih lanjut atau hilang sepenuhnya.
2. Gletser di Patagonia, Amerika Selatan
Gletser di kawasan Patagonia, seperti Perito Moreno di Argentina dan Grey Glacier di Chili, menghadapi tantangan mencair akibat perubahan iklim. Wisatawan sering mengunjungi gletser ini untuk menyaksikan fenomena alamnya sebelum es mencair dalam beberapa dekade mendatang.
3. Pulau Maldives
Maladewa adalah salah satu negara yang paling terancam oleh kenaikan permukaan laut. Dengan pulau-pulaunya yang rendah, para ilmuwan memprediksi bahwa Maladewa bisa tenggelam dalam waktu kurang dari 100 tahun. Hal ini menarik minat wisatawan global untuk menikmati keindahan pantai dan atolnya sebelum hilang.
Baca Juga: Contoh Kegiatan Edutourism di Kabupaten Karo
4. Hutan Hujan Amazon, Amerika Selatan
“Paru-paru dunia,” merupakan sebutan bagi hutan hujan tropis terbesar di dunia. Tetapi kini hutan ini berada dalam bahaya akibat deforestasi, konversi lahan, dan kebakaran hutan. Banyak wisatawan berkunjung untuk melihat flora dan fauna unik yang ada di dalamnya, sebelum beberapa spesies benar-benar punah.
5. Venice, Italia
Venice menghadapi tantangan besar akibat kenaikan permukaan laut dan tingkat pariwisata massal. Kota ini terkenal dengan kanal-kanalnya ini telah lama berada dalam bahaya tenggelam. Pemerintah setempat bahkan mulai membatasi kunjungan wisatawan untuk mengurangi dampaknya.
Dampak dan Upaya Konservasi
Doom tourism di destinasi-destinasi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga pada ekonomi lokal. Meskipun meningkatkan kesadaran, kunjungan masif dapat mempercepat kerusakan. Oleh karena itu, perlu pendekatan berkelanjutan seperti membatasi jumlah wisatawan dan menerapkan konservasi aktif.
Sumber:
- KalderaNews. (2019). Apa Sih “Doom Tourism” Itu?. Diakses dari https://www.kalderanews.com.
- Hutton, M. (2019). The doom boom: ‘Last-chance tourism’ causes more harm than good, and why travellers should stay away. South China Morning Post. Diakses dari https://www.scmp.com.
- Johnson, M. (2020). The Psychology of Doom Tourism and Last-Chance Travel. Psychology Today. Diakses dari https://www.psychologytoday.com.
- Think Sustainability. (2023). Doom Tourism Explained. Diakses dari https://www.sustainabilitymag.com.
- UNESCO. (2023). Great Barrier Reef and Climate Change. Diakses dari https://whc.unesco.org.
Untuk informasi lainnya hubungi admin kami di:
Whatsapp: (0812-3299-9470)
Instagram: @jttc_jogja

Comments are closed