Doom tourism atau last-chance tourism adalah tren wisata yang melibatkan perjalanan ke lokasi-lokasi yang cenderung terancam oleh dampak perubahan iklim, aktivitas manusia, atau faktor lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen. Lokasi ini termasuk Great Barrier Reef di Australia, gletser di Patagonia, dan atol-atol di Maladewa. Tujuan utama para wisatawan adalah melihat dan menikmati keindahan tempat-tempat ini sebelum mereka mengalami perubahan besar atau bahkan hilang sepenuhnya.
Dinamika Doom Tourism
Ironisnya, fenomena ini memunculkan doom tourism paradox: semakin terancam sebuah destinasi, semakin tinggi daya tariknya bagi wisatawan. Hal ini sering kali mempercepat kerusakan lokasi tersebut karena peningkatan jumlah pengunjung yang membawa dampak pada lingkungan, seperti jejak karbon yang lebih besar dan kerusakan ekosistem.
Sebagai contoh, 69% pengunjung Great Barrier Reef terdorong untuk berkunjung karena merasa ini adalah “kesempatan terakhir” sebelum ekosistem tersebut rusak akibat pemanasan laut dan pemutihan karang. Namun, wisatawan ini secara tidak langsung memperburuk situasi.
Baca Juga: Pengertian Pilgrimage Tourism
Dampak Positif dan Negatif
Meskipun jenis wisata ini dapat meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya konservasi lingkungan, banyak studi menunjukkan bahwa kunjungan semacam ini sering kali gagal memengaruhi perilaku wisatawan secara positif. Beberapa pengunjung bahkan menjadi lebih apatis terhadap isu lingkungan setelah melakukan perjalanan ke lokasi-lokasi yang terancam.
Di sisi lain, ada potensi positif jika tren ini terkelola dengan baik. Misalnya, pendapatan dari wisata bisa dimanfaatkan untuk proyek pelestarian dan edukasi, seperti yang dilakukan di beberapa kawasan konservasi laut di Indonesia.
Solusi dan Etika
Para ahli menyarankan pengelolaan yang lebih berkelanjutan, seperti membatasi jumlah pengunjung atau mengalihkan fokus wisata ke edukasi lingkungan. Wisatawan juga dianjurkan untuk mengurangi jejak karbon dengan memilih perjalanan ramah lingkungan dan mendukung inisiatif konservasi lokal.
Jenis wisata ini menawarkan pelajaran penting tentang hubungan manusia dengan alam. Jika tidak terkelola dengan hati-hati, aktivitas ini berisiko mempercepat hilangnya keajaiban alam yang menjadi daya tariknya. Namun, dengan pendekatan yang bertanggung jawab, doom tourism bisa menjadi alat untuk menyadarkan dunia akan pentingnya menjaga bumi bagi generasi mendatang.
Sumber:
- KalderaNews. (2019). Apa Sih “Doom Tourism” Itu?. Diakses dari https://www.kalderanews.com.
- Johnson, M. (2020). The Psychology of Doom Tourism and Last-Chance Travel. Psychology Today. Diakses dari https://www.psychologytoday.com.
- Hutton, M. (2019). The doom boom: ‘Last-chance tourism’ causes more harm than good, and why travellers should stay away. South China Morning Post. Diakses dari https://www.scmp.com.
- Think Sustainability. (2023). Doom Tourism Explained. Diakses dari https://www.sustainabilitymag.com.
Untuk informasi lainnya hubungi admin kami di:
Whatsapp: (0812-3299-9470)
Instagram: @jttc_jogja

Comments are closed