Ekonomi Kreatif Kabupaten Banyumas

Ekonomi Kreatif Kabupaten Banyumas – Ekonomi kreatif telah menjadi salah satu sektor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di bidang pariwisata. Kajian mendalam mengenai potensi dan peluang ekraf di sektor pariwisata menjadi kunci untuk merumuskan strategi yang tepat dan efektif dalam mengembangkannya. Ekonomi kreatif merupakan perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi. 

Kabupaten Banyumas menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan potensi ekonomi kreatif. Ekonomi Kreatif di Kabupaten Banyumas dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak, salah satunya pihak swasta yang bergerak di bidang pengembangan digitaliasi serta pihak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kegiatan ekonomi kreatif dibedakan menjadi 17 subsektor, diantaranya aplikasi, game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio. 

Melalui Peraturan Bupati Banyumas Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, dijelaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif Kabupaten Banyumas dijalankan dalam beberapa program, diantaranya:

  1. Pembinaan dan dukungan kelembagaan 
  2. Pembinaan usaha 
  3. Fasilitas pembiayaan dan permodalan
  4. Nilai tambah produk ekonomi kreatif
  5. Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif;
  6. Manajemen Perusahaan Ekonomi kreatif;
  7.  pengembangan teknologi;
  8. pemasaran produk dan promosi;
  9. pengembangan kemitraan dan jejaring ekonomi kreatif;
  10. perlindungan dan advokasi;
  11. pendidikan dan pelatihan;
  12. bimbingan teknis;
  13. diseminasi kewirausahaan;
  14. informasi usaha; dan
  15.  fasilitasi bantuan mesin dan peralatan.

Pada tahun 2017, Kabupaten Banyumas diusulkan menjadi salah satu kota/kabupaten kreatif bersamaan dengan Semarang, Pekalongan, Solo, Wonosobo, Jepara, Salatiga, Tegal, dan Magelang. Pada November 2021, Dinporbud Kabupaten Banyumas menyelenggarakan focus group discussion  dengan melibatkan 33 pelaku ekonomi kreatif di Kbuapaten Banyumas, untuk menentukan tiga subsector ekonomi kreatif utama yang akan dikembangkan. Tiga subsector tersebut diantaranya seni pertunjukan, kuliner, dan aplikasi.
Baca juga : Dukung Ekonomi Kreatif Untuk Keberlanjutan Lingkungan

Dilansir dari kajian oleh Handayani (2022), kondisi pasca pandemi Covid-19 pemerintah Kabupaten Banyumas mengalokasikan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pembangunan sejumlah fasilitas pendukung ekonomi, seperti membangun Taman Botani, Taman Apung Mas Kumambang, Pengembangan Lokawisata Baturaden, pengembangan sentra kuliner dan UMKM, serta pembangunan Menara Pandang di Jalan Gerilya Sudirman. Adapun saat ini Kabupaten Banyumas tengah fokus dalam pembangunan Kawasan Kota Baru di Kabupaten Banyumas dengan maksud membangkitkan Kawasan baru dan menciptakan pusat kegiatan baru sebagai daya tarik multi sektoral. Pembangunan tersebut diharapkan memberikan efek ganda terhadap sector pariwisata. 

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Baca juga : Dukung Ekonomi Kreatif Untuk Keberlanjutan Lingkungan

Sumber: Handayani, N. L. P., & Soeparan, P. F. (2022). Ekonomi kreatif sebagai pendorong pemulihan ekonomi pada masa new normal di kabupaten Banyumas. Jurnal Mahasiswa: Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa4(2), 39-50.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *