Kegiatan ekonomi pariwisata sering kali diidentikkan dengan aktivitas belanja, yang secara signifikan berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Kontribusi ini terlihat dari peningkatan sumber pendapatan daerah (PAD), pemasukan pajak, dan jasa retribusi. Dalam konteks pembangunan nasional, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 telah menetapkan sejumlah agenda, salah satunya adalah memperkuat ketahanan ekonomi untuk mencapai pertumbuhan yang berkualitas. Fokus utama dari agenda ini adalah peningkatan daya dukung dan kualitas sumber daya ekonomi yang berkelanjutan. Upaya ini meliputi peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, dan peningkatan daya saing. Dalam sasaran makro pembangunan tahun 2020-2024, pemerintah menargetkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semula 5,3% pada tahun 2020 dapat meningkat hingga di atas 6% pada tahun 2024. Selain itu, target pertumbuhan investasi dipatok pada angka 6,6% hingga 7,0% pada tahun 2024, dengan harapan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan hingga 6,0% hingga 7,0%.
Salah satu prioritas pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi adalah dengan meningkatkan nilai tambah di sektor pariwisata. Selama lima tahun ke depan, peningkatan ini akan difokuskan pada upaya memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan pengeluaran wisatawan. Hal ini diharapkan dapat tercapai melalui perbaikan aksesibilitas, atraksi, dan fasilitas yang mendukung pariwisata. Paradigma pembangunan pariwisata ke depan diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisata (tourism experience). Dengan peningkatan kualitas ini, wisatawan diharapkan akan tinggal lebih lama dan menghabiskan lebih banyak uang selama kunjungan mereka. Dampak dari peningkatan ini tidak hanya akan terlihat pada peningkatan devisa negara, tetapi juga pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Oleh karena itu, sektor pariwisata mendapat dorongan yang sangat besar untuk berkembang. Setiap daerah kini mulai menggali potensi dan peluang pariwisatanya masing-masing. Berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata juga mulai bermunculan. Pemerintah pusat maupun daerah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor pariwisata di setiap wilayah, dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Aktivitas pariwisata telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, terutama dalam konteks kegiatan sosial dan ekonomi. Namun, hal ini juga membawa risiko terjadinya pergeseran pola perilaku dan budaya masyarakat setempat.
Sejalan dengan upaya pengembangan pariwisata, berbagai inisiatif telah diambil untuk memastikan bahwa dampak positif dari pariwisata dapat dirasakan secara luas. Inisiatif tersebut meliputi pembangunan infrastruktur yang memadai, peningkatan kapasitas tenaga kerja di sektor pariwisata, serta promosi destinasi wisata yang efektif. Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Baca juga: Industri Kecil Menengah: Inovasi dan Kreativitas di Era Digital
Untuk informasi lainnya hubungi admin kami di:
Whatsapp: (0812-3299-9470)
Instagram: @jttc_jogja

No responses yet