Menelusuri Jejak Masa Lalu Kisah Kampung Budaya Betawi

Menelusuri Jejak Masa Lalu Kisah Kampung Budaya Betawi – Di tengah gempuran modernisasi, Jakarta masih menyimpan sekeping kearifan lokal dalam sebuah kawasan bernama Kampung Budaya Betawi Setu Babakan. Ini bukan sekadar pemukiman biasa, melainkan ruang bagi warisan budaya Betawi untuk lestari dan berkembang. Mari kita telusuri jejak masa lalu dan simak perannya dalam melestarikan identitas Betawi. 

Menapaki Lorong Bersejarah Kampung Budaya Betawi

Embrio Kampung Budaya Betawi Setu Babakan lahir pada tahun 1990-an atas keprihatinan terhadap memudarnya budaya Betawi. Berangkat dari keinginan melestarikan warisan leluhur, Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) menggagas konsep kampung budaya. Berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta tahun 2000, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan resmi ditetapkan sebagai lokasi pembangunannya.

Menjejakkan kaki di Kampung Budaya Betawi serasa memasuki mesin waktu. Arsitektur rumah panggung Betawi yang khas, dengan dinding kayu dan atap genteng merah, berdiri berjajar. Lorong-lorong sempitnya dihiasi mural bercerita tentang legenda dan keseharian masyarakat Betawi. Suara musik gambang keromong dan alunan tanjidor menemani langkah, mengiringi para seniman yang dengan semangat melestarikan seni tari topeng Betawi, lenong, dan gambang kromong.

Kuliner Kampung Budaya Betawi 

Selain pentas seni, Kampung Budaya Betawi juga menghadirkan kekayaan kuliner khas Betawi. Aroma sedap kerak telor, bir pletok, dan toge goreng menggugah selera. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatannya, sekaligus mencicipi cita rasa warisan yang tak lekang di ingatan.

Menjaga Api Tradisi Tetap Menyala

Keberadaan Kampung Budaya Betawi tak sekadar objek wisata. Warga disini aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya. Sanggar-sanggar seni budaya rutin berlatih, anak-anak belajar membatik, dan para ibu PKK melestarikan keterampilan membuat kerajinan Betawi. Setiap tahun, mereka menggelar festival budaya untuk mengenalkan Betawi kepada generasi muda.

Baca juga : Transportasi Umum Solusi untuk Masalah Kemacetan dan Polusi

Tantangan Modernisasi Menggerus Budaya

Kampung Budaya Betawi dihadapkan pada tantangan modernisasi dan urbanisasi. Regenerasi pelaku budaya menjadi krusial demi kelangsungannya. Namun, semangat masyarakat kampung dan dukungan pemerintah menjadi harapan untuk tetap menjaga api tradisi Betawi tetap menyala. Kampung Budaya Betawi lebih dari sekadar objek wisata. Ini adalah ruang hidup, ruang ekspresi, dan ruang perjuangan untuk melestarikan warisan budaya Betawi. Dengan mengenalnya, kita ikut ambil bagian dalam menjaga identitas Jakarta yang kaya dan beragam.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *