Industri pariwisata mengonsumsi banyak air bersih setiap hari. Fasilitas seperti hotel, restoran, dan wahana rekreasi membutuhkan pasokan air yang besar. Namun di sisi lain, konsumsi berlebihan memicu krisis air bagi warga lokal. Oleh karena itu, kita membutuhkan Water Footprint Tourism untuk mengelola air secara efisien.
Apa Itu Water Footprint Tourism?
Water Footprint Tourism mengukur total volume air bersih dalam seluruh aktivitas pariwisata. Indikator ini mencakup penggunaan air secara langsung maupun tidak langsung.
Meskipun wisatawan hanya menginap sementara, aktivitas harian mereka menghasilkan jejak air yang besar. Kegiatan mandi, berenang, dan mengonsumsi makanan membutuhkan pasokan air yang banyak. Dengan demikian, analisis jejak air membantu pengelola memantau beban pariwisata terhadap lingkungan.
3 Komponent Jejak Air dalam Pariwisata
Metode pengukuran jejak air pariwisata terbagi menjadi tiga kategori utama:
Jejak Air Biru (Blue Water Footprint)
Kategori ini menghitung penggunaan air permukaan dan air tanah. Contohnya meliputi operasional kamar hotel, pendingin ruangan, dan penyiraman taman.
Jejak Air Hijau (Green Water Footprint)
Kategori ini mengukur pemanfaatan air hujan yang tersimpan di dalam tanah. Selain itu, jejak ini berkaitan erat dengan bahan pangan lokal untuk wisatawan.
Jejak Air Abu-abu (Grey Water Footprint)
Kategori ini mengukur volume air bersih untuk mengencerkan limbah cair operasional wisata. Sebab, air limbah harus memenuhi standar kualitas lingkungan.
Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air di Destinasi Wisata
Pengelola destinasi dapat menerapkan langkah strategis berikut untuk menekan jejak air:
Menerapkan Teknologi Hemat Air: Hotel dapat memasang keran otomatis, toilet dual-flush, dan sistem penampung air hujan.
Mendaur Ulang Air Limbah (Greywater Recycling): Pengelola mengolah air bekas mandi untuk menyiram tanaman dan area hijau.
Menedukasi Wisatawan: Kampanye konservasi mengajak pengunjung menghemat air selama menginap. Pada akhirnya, partisipasi wisatawan menentukan keberhasilan konservasi.
Kesimpulan
Penerapan Water Footprint Tourism menghasilkan data akurat bagi pengelola dan pemerintah daerah. Oleh sebab itu, efisiensi penggunaan air menjaga pertumbuhan pariwisata tanpa mengorbankan kebutuhan air masyarakat lokal.
Baca juga : Environmental Impact Pariwisata dan Cara Mengukurnya
Whatsapp: (0812-3299-9470)
Instagram: @jttc_jogja

Comments are closed