Ekowisata Sebuah Model Pengembangan Pariwisata

Ekowisata Sebuah Model Pengembangan Pariwisata – Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No 33 Tahun 2009 Tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata, ekowisata memiliki pengertian sebagai kegiatan wisata alam di wilayah yang berfokus pada pendidikan, pemahaman, dan dukungan terhadap upaya konservasi sumber daya alam serta peningkatan pendapatan masyarakat lokal. Pada tahun 2017, Indonesia menempati urutan ke-14 dalam Potensi Sumber Daya Alam oleh World Economic Forum, karena sebagian besar wisatawan datang ke negara itu karena keindahan alamnya, yang meningkatkan daya saing pariwisata negara tersebut.

Mempertimbangkan manfaat ekowisata dalam meningkatkan daya saing pariwisata, yang berarti pengembangan wilayah ekowisata yang berbasis masyarakat diperlukan untuk meningkatkan kondisi lingkungan, melakukan upaya konservasi, reboisasi, dan penanaman di lokasi ekowisata, dan pentingnya infrastruktur ekowisata serta peningkatan kapasitas pengelola ekowisata yang melibatkan masyarakat dalam pembangunan ekowisata.

Jika kita melihat definisi ekowisata sebelumnya, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ekowisata harus dilakukan dengan empat hal: daya tarik alam atau budaya, konservasi, pendidikan, dan keterlibatan masyarakat lokal.  Dalam hal ini, daya tarik yang dimaksud adalah wisatawan yang menikmati alam dan interaksi budaya lokal setempat. Selanjutnya, konservasi dimaksudkan untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan alam dengan mempertahankan keberagaman flora dan fauna serta keaslian budaya lokal. Selanjutnya, nilai edukasi dari pariwisata adalah pembelajaran atau manfaat berupa pengetahuan tentang lingkungan dan budaya yang telah dipelajari. Sementara itu, membangun objek ekowisata memerlukan beberapa tahap: identifikasi potensi atau kelayakan, pengembangan, pengelolaan, pemilharaan, dan pemasaran objek wisata.
Baca juga : Akomodasi Pariwisata Untuk Beristirahata

Oleh karenanya ekowisata ini merupakan hal yang sangat krusial dalam menunjang pariwisata  yang berkelanjutan dan mempertimbangkan aspek-aspek lingkungan. Faktor lingkungan ini merupakan salah satu faktor yang tidak bisa di pisahkan dari pariwisata. Dua faktor baik wisata dan lingkungan atau alam merupakan dua hal yang sangat berkesinambungan dan tidak boleh di pisahkan.

Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *