Eksistensi Kampung Kota

Eksistensi Kampung Kota – Kampung kota merupakan istilah dari sebuah kampung yang berada di area perkotaan. Kampung kota sering dianggap sebagai kawasan permukiman padat penduduk, kumuh, dan tidak memiliki fasilitas yang memadai. Kampung merupakan istilah dari kata Melayu, yang merupakan terminologi untuk sistem permukiman di pedesaan. Permukiman yang berkembang pesat dan tanpa terencana membuat permukiman kampung kota sering mengalami degradasi lingkungan hingga permasalahan lingkungan. 

Saat ini, beberapa kampung kota sudah mulai tertata dengan baik, bahkan memiliki potensi pariwisata. Keberadaan kampung kota dengan keunikan dan budayanya yang khas dapat menjadi alternatif wisata urban yang menarik bagi wisatawan. 

Penelitian oleh Bawole, 2020 dalam Kajian Pengembangan Kampung Kota sebagai Salah Satu Alternatif Tujuan Wisata Minat Khusus, menjelaskan bahwa kampung kota dapat berkembang menjadi kawasan dengan daya tarik pariwisata minat khusus yang dapat menarik wisatawan. Wisata minat khusus dapat berupa wisata petualangan, wisata pedesaan, wisata budaya, wisata religius, ekowisata, wisata kuliner, wisata margasatwa, wisata warisan, wisata medis, dan lainnya. 

Indonesia mengalami perkembangan kampung kota yang cukup pesat, terutama kampung kota di daerah sepanjang tepi sungai dan sekitar pusat kota. Seperti daerah Yogyakarta, dimana banyak ditemukan kampung kota di sepanjang pinggir sungai. Kampung kota Yogyakarta memiliki potensi lingkungan sosial budaya. Perbedaan lokasi, masyarakat, dan budaya membentuk ciri khas atau karakter kampung kota. 

Mengkaji potensi dan permasalahan kampung kota, pemerintah meluncurkan progam kampung tematik, dengan harapan kampung perkotaan dapat lebih tertata dan memiliki daya tarik pariwisata. Kampung tematik lebih mengajak masyarakat untuk terlibat proaktif dan berbasis masyarakat sehingga pembangunannya dapat berkelanjutan. 

Beberapa kampung kota di Indonesia yang terlah berhasil menjadi daya tarik pariwisata yaitu Kampung Warna Warni Teluk Seribu Kota Balikpapan, Kampung Pelangi Semarang, dan lainnya. Dengan upaya bersama, kampung kota dapat menjadi bagian integral dari kota yang modern dan berkelanjutan. Kampung kota dapat menjadi ruang untuk menjaga nilai-nilai tradisi dan budaya di tengah modernitas, sekaligus menjadi sumber kekuatan bagi pengembangan kota di masa depan.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Baca juga : Desa Wisata Jamalsari Pesona Alam dan Budaya di Semarang

Sumber: Bawole, P. (2020). Pengembangan kampung kota sebagai salah satu alternatif tujuan wisata minat khusus. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur5(1), 121-132.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *