Ibu Kota Baru Indonesia yang Akan Dikembangkan sebagai Destinasi Wisata Baru

Ibu Kota Baru Indonesia yang Akan Dikembangkan sebagai Destinasi Wisata Baru – Indonesia sedang menghadirkan transformasi besar dalam sektor pariwisata dengan pengembangan ibu kota baru, Nusantara. Nusantara tidak hanya akan menjadi pusat pemerintahan baru tetapi juga akan dikembangkan sebagai destinasi wisata yang berfokus pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Upaya Pariwisata Berkelanjutan Indonesia di UNGA

Pada Sidang Umum PBB, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyoroti upaya Indonesia dalam mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Dalam acara tematik tingkat tinggi tentang pariwisata pada Pekan Keberlanjutan UNGA, Uno menyampaikan langkah-langkah konkret yang diambil Indonesia untuk mengatasi masalah perubahan iklim dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata.

Menurut pernyataan yang diterima di Jakarta, Uno menjelaskan bahwa Indonesia telah bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui partisipasi dalam industri pariwisata, seperti melalui program desa wisata dan ekowisata. “Kehadiran kami di forum ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata yang peduli terhadap isu perubahan iklim dan isu-isu lain terkait kesejahteraan dan tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujar Uno.

Transformasi Pariwisata Pasca Pandemi

Indonesia telah menjadi acuan dalam transformasi pariwisata pasca pandemi dengan mengarahkan diri pada pariwisata regeneratif dan upaya mengurangi emisi karbon melalui pariwisata. Beberapa kebijakan konkret yang diterapkan untuk mencapai keberlanjutan termasuk offset emisi karbon, penanaman pohon bakau di destinasi wisata, restorasi terumbu karang, dan kegiatan untuk mengatasi masalah limbah, kerugian makanan, dan sampah makanan.

Program desa wisata, misalnya, telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal sambil menghormati kearifan dan adat istiadat setempat. Kebijakan ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan.

Nusantara sebagai Destinasi Wisata Baru

Selain Bali dan lima destinasi wisata super prioritas lainnya, Indonesia juga berencana mengembangkan ibu kota barunya, Nusantara, sebagai destinasi wisata yang baru. Nusantara akan memprioritaskan interkonektivitas yang berkelanjutan untuk melestarikan alam, termasuk dengan mengurangi penggunaan energi fosil untuk mobilitas menuju pusat-pusat ekonomi di Kalimantan.

Menteri Uno menekankan bahwa Nusantara akan menawarkan pengalaman wisata yang tenang, berkelanjutan, dan spiritual bagi wisatawan. Dengan demikian, Nusantara diharapkan dapat menjadi contoh nyata dari transformasi pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia, menawarkan lebih dari sekadar keindahan alam, tetapi juga komitmen terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga : Pengembangan Destinasi Wisata Pangandaran: Strategi Maksimalkan Potensi dengan Sumber Daya Manusia yang Optimal

Kesimpulan

Ibu Kota Baru Indonesia yang Akan Dikembangkan sebagai Destinasi Wisata Baru – Pengembangan Nusantara sebagai destinasi wisata baru merupakan bagian dari strategi besar Indonesia untuk mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas. Melalui berbagai kebijakan dan program yang konkret, Indonesia berkomitmen untuk menjaga alam sambil meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Nusantara, sebagai ibu kota baru, diharapkan menjadi simbol dari upaya ini, menawarkan destinasi yang tidak hanya indah tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di 081232999470.

 

Referensi : https://en.antaranews.com/news/311070/indonesia-highlights-sustainable-tourism-efforts-at-unga

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × four =

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.