Jathilan Lancur Klasik di Kabupaten Sleman

Jathilan Lancur Klasik di Kabupaten Sleman – Jathilan Lancur Klasik yang berada di Kabupaten Sleman tidak hanya berada di satu wilayah. Hal tersebut menandai bahwa kesenian tersebut mengalami suatu persebaran wujud dari kebudayaan. Persebaran itu sendiri menjadi suatu proyeksi akan ciri kebudayaan yang mengalami suatu perkembangan. Perkembangan tersebut ditandai dengan adanya suatu perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Proses ini tidak hanya ditandai dengan adanya perpindahan secara kasat mata, melainkan diawali dari adanya transfer knowledge antar individu ke individu ataupun dari suatu kelompok ke kelompok yang lain. Hal tersebut terjadi dengan faktor kesengajaan ataupun ketidaksengajaan. Tindakan kesengajaan dalam persebaran kebudayaan sarat akan suatu misi yang terkonsep dari seorang pelopor penyebar kebudayaan, atau dengan kata lain terdapat suatu proses tindakan aktif dari kebudayaan. Sementara ketidaksengajaan berkaitan dengan suatu tindakan yang pasif, dalam hal ini masyarakat yang menanggapi dengan berbekal melihat wujud kebudayaan yang telah ada, kemudian ditanggapi dengan menciptakan atau menggubah kesenian yang kemungkinan memiliki kesamaan dalam hal bentuknya.   Pada setelahnya, pemaknaan dari suatu bentuk kebudayaan terlontarkan menyesuaikan dengan konteks kebudayaan pada daerah tersebut. 

Baca juga : Pengembangan Koperasi dan UMKM Kalurahan Giripurwo

Dinamika persebaran Jathilan Lancur Klasik di Kabupaten Sleman terpetakan sesuai dengan apa yang disampaikan pada poin 4.1. Jathilan Lancur Klasik tersebar di tiga wilayah Kabupaten Sleman, antara lain: dusun Slarongan, kecamatan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir; dusun Jiwan, Kecamatan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan; dan dusun Kadirojo, kecamatan Purwomartani, Kapanewon Kalasan. Ketiga wilayah tersebut dalam hal kesenian Jathilan Lancur Klasik memiliki suatu sejarah dan deskripsi teks yang dapat diindentifikasikan keberadaannya. 

  • Jathilan Lancur Jiwan (Kridha Turangga Jati Jiwosari)  

Kesenian Jathilan Lancur di dusun Jiwan memiliki nama kelompok yakni Kridha Turangga Jati Jiwosari. Kelompok ini berdomisili di Dusun Jiwan, Kecamatan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman.  Kelompok ini dibina atau diasuh oleh ketua sekaligus maestro yakni bapak Marsudi MH (65 tahun) yang berdomisili di Wonokerso, Argomulyo, Cangkringan. 

  • Jathilan Lancur Kadirojo (Jathilan Turangga Agung & Sekar Mudha Turangga) 

Bertempat di dusun Kadirojo, kecamatan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, berkembang dua kelompok kesenaian Jathilan Lancur, antara lain: Jathilan Turangga Agung dan Sekar Mudha Turangga. Dua kelompok kesenian Jathilan Lancur ini dibina dan dikethuai oleh maestro bernama Wajiyono (55 tahun) yang berdomisili di Kadirojo I RT002/RW001, kecamatan Purwomartani, Kapanewon Kalasan. 

  • Jathilan Lancur Sendangmulyo (Turangga Lancur Jati) 

Kecamatan Sendangmulyo pula menjadi salah satu tempat persebaran kesenian Jathilan Lancur yang ada di Kabupaten Sleman. Kesenian tersebut diwadahi dalam kelompok bernama Turangga Lancur Jati. Kelompok tersebut beralat di dusun Slarongan, kecamatan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman. Kelompok jathilan ini dibina oleh maestro bernama Purwodiyanto (70 tahun) yang berdomisili di Ngemplak RT01/RW15, kecamatan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman. 

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di+62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *