Memotret Potensi Rintisan Kelurahan Budaya Warungboto

Memotret Potensi Rintisan Kelurahan Budaya Warungboto – Kelurahan Warungboto merupakan kelurahan yang berada di wilayah Kemantren Umbulharjo Kota Yogyakarta. Kelurahan warungboto memiliki luas wilayah -/+ 0.82 km2 yang berada selatan Kantor Pemerintah Kota Yogyakarta (Balaikota Yogyakarta). Kelurahan warungboto memiliki batas wilayah meliputi :

  • Sebelah Utara : Kelurahan Mujamuju mengikuti Jl. Kusumanegara, Jl. Janturan, Jl. Mondoliko, Jl. Veteran Gang  Kampung. 
  • Sebelah Selatan: Kelurahan Pandeyan mengikuti Jl. Veteran, Selokan Watu Kenteng dan Jl. Babaran 
  • Sebelah Barat : Kelurahan Tahunan mengikuti selokan batas Bulak Celeban dan batas Bulak Glagah dan Jl. Gajah. 
  • Sebelah Timur : Kelurahan Rejowinangun Kemantren Kotagede.

Upacara yang ada di Kelurahan Warungboto terdapat merti prajurit yang merupakan upacara mendoakan dan mengenang pahlawan di Makam Prajurit Glagahsari. Kemudian terdapat upacara mendhem ari-ari, yaitu upacara mengubur segumpal daging yang menjadi saudara si jabang bayi dengan maksud memberi penghormatan pada si kakang kawah jabang bayi. Selanjutnya, terdapat upacara nyadran apem ing glagahsari, yaitu upacara menjaga dan melestarikan budaya untuk mengenalkan pada pada generasi muda tentang nyadran itu sendiri. 

Situs Warungboto mempunyai fungsi sebagai tempat rekreasi atau peristirahatan raja dan benteng pertahanan di bagian luar Kraton. Pesanggrahan Rejowinangun merupakan salah satu pesanggrahan yang dibangun ketika Sultan Hamengku Buwana II masih sebagai putra mahkota pada tahun 1711 (1785 Masehi) (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, 2007). Sumber-sumber sejarah tertulis yang berkaitan dengan keberadaan Pesanggrahan Rejowinangun masih sangat jarang, nama pesanggrahan ini setidaknya ditemukan pada dua naskah kesejarahan yakni dalam bentuk babad Momona dan serat Rerengganan Kraton Yogyakarta dalam bentuk sekar Sinom. Fungsi pesanggrahan atau tempat pesiar merupakan tempat peristirahatan bagi raja beserta kerabatnya. Fungsi utamanya berkaitan dengan ketenangan dan kenyamanan untuk tempat peristirahatan, maka pada umumnya pesanggrahan dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, kebun, dan fasilitas untuk kepentingan religius.

Situs Cagar Budaya Warungboto kini menjadi salah satu tujuan wisata baik dari wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Yang menarik wisatawan untuk mengunjunginya adalah arsitektur di Situs Warungboto sekilas mirip dengan arsitek Taman Sari. Di Situs ini juga terdapat lorong yang menarik untuk ditelusuri dan wisatawan akan serasa dibawa ke masa lampau dimana bangunan pesanggrahan ini dipergunakan.
Baca juga : Analisis Pola Belanja Wisatawan Modern dalam Industri Pariwisata
Demikian artikel ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di(0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *