Mengenal Teori Sektoral Perkotaan

Mengenal Teori Sektoral Perkotaan – Dalam merencanakan sebuah wilayah/kota, diperlukan adanya konsep penataan ruang perkotaan, sehingga arah pembangunan perkotaan menjadi terarah. Dalam ilmu perencanaan wilayah dan kota, penataan ruang perkotaan termasuk pada struktur dan pola ruang kota. Ada berbagai macam teori struktur ruang perkotaan, salah satunya Teori Sektoral. Teori ini dikembangkan oleh Homer Hyot pada tahun 1939 dan menerangkan bahwa kegiatan perkotaan terdiri dari sektor-sektor yang lebih fleksibel daripada zona-zona konsentris yang teratur. 

Dalam teori sektoral, penggunaan lahan perkotaan dikelompokkan secara menjulur sehingga akan nampak seperti potongan kue tart. Teori ini membentuk berbagai sektor lebih bebas, tidak mengikuti zona teratur secara konsentris. Sehingga, teori ini disusun dalam rangka mengatasi ketidaksesuaian terhadap teori konsentris oleh Ernest W. Burgess. Adapun struktur ruang teori sektoral yaitu sebagai berikut. 

  1. Sektor pusat kota atau central business district (CBD), terletak di pusat kota dan menjadi fokus aktivitas bisnis ekonomi,
  2. Sektor industri, biasanya terletak di dekat jalur kereta api atau pelabuhan untuk memudahkan aksesibilitas bahan baku dan distribusi produk. Biasanya sektor industri terletak jauh dari wilayah pusat kota, agar tidak mengganggu kehidupan masyarakat sekitar. 
  3. Sektor permukiman, terbagi berdasarkan kelas sosial. Permukiman kelas bawah (low-class residential) biasanya terletak di wilayah yang tidak terlalu strategis atau di pinggiran kota. Masyarakat dominan bekerja pada sektor informal atau memiliki pekerjaan dengan penghasilan rendah, seperti pekerja bangunan, buruh, ojek, dan sebagainya. Sementara permukiman kelas menengah (middle-class residential) terletak di daerah yang lebih dekat dengan pusat kota dan memiliki akses yang lebih mudah ke fasilitas publik, seperti sekolah, rumah sakit, mall, supermarket, dan sebagainya. Kemudian untuk permukiman kelas atas (high-class residential) terletak di daerah dengan kemudahan akses menuju berbagai fasilitas mewah, seperti restoran, klub sosial, pusat perbelanjaan mewah, pusat kebugaran, dan sebagainya. 
  4. Sektor institusi, terdiri dari area pendidikan, pemerintahan, dan tempat ibadah yang tersebar di berbagai sektor.

Teori sektoral adalah alat yang bermanfaat untuk memahami struktur ruang kota secara umum. Meskipun memiliki beberapa keterbatasan, teori ini tetap memberikan kerangka kerja yang berguna untuk menganalisis dan memprediksi perkembangan kota di masa depan.

Baca juga : Waterfront City Bisa Jadi Daya Tarik Wisata Baru

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 10 =

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.