Pihak pengelola atau guide melayani wisatawan dengan profesionalitas yang tinggi dan keramahtamahan. Pihak pengelola atau guide menyediakan fasilitas pendukung pariwisata yang memadai dan menjaga keselamatan serta kesehatan wisatawan (K3). Wisatawan merasakan kepuasan sebagai hasil dari pelayanan tersebut.
Baca juga: Kreativitas Lokal yang Berkilau Pilar-Pilar Kesuksesan Desa Wisata
Mengapa Industri Pariwisata Membutuhkan Penerapan K3?
Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970, keselamatan kerja di tempat kerja mencakup berbagai aspek, termasuk kondisi dan keselamatan manusia, sarana dan prasarana produksi, dan cara kerja.
Keselamatan kerja di industri pariwisata saat ini harus mendapat perhatian dilihat dari banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di industri pariwisata Indonesia. Tak jarang, kecelakaan kerja di industri pariwisata menimbulkan korban yang merupakan wisatawan di lokasi tersebut. Oleh karena itu, perlu diterapkan pengelolaan resiko yang terjadi di lokasi daya tarik wisata, mencegah kecelakaan dan mengelola situasi darurat serta dapat menjamin keselamatan pengunjung, pegawai, dan pengelola.
Industri pariwisata jelas membutuhkan penerapan K3 karena banyak masyarakat yang terlibat dalam aktivitas kepariwisataan, mulai dari perjalanan keberangkatan, kedatangan, hingga kembali ke tempat asal. Sebagai contoh di tempat umum, seperti hotel, obyek wisata, kendaraan wisata, dan sebagainya.
Terdapat tiga komponen penting dalam keselamatan kerja industri pariwisata, meliputi keselamatan sarana dan prasarana atraksi wisata atau kondisi lingkungan kerja, keselamatan pemandu wisata dan wisatawan, serta keselamatan pada cara kerja atau prosedur saat melakukan atraksi wisata.
Secara umum, penerapan K3 dalam industri pariwisata adalah sebagai panduan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko dan bahaya di lingkungan kerja, membantu memberikan saran terkait perencanaan, pengorganisasian, hingga pelaksanaan pekerjaan, serta menjadi pedoman dalam pemantauan kesehatan dan keselamatan pekerja di lingkungan kerja.
Bagaimana Peran K3 Dalam Industri Pariwisata?
K3 dalam industri pariwisata sangat membantu meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi setiap orang yang terlibat. Hal ini termasuk melindungi tenaga kerja dan wisatawan selama aktivitas wisata, mencegah gangguan kesehatan pekerja, meningkatkan kualitas kawasan wisata baik dari sisi keamanan maupun CHSE (kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keinginan lingkungan), serta menciptakan lingkungan yang aman dan aman.
Penerapan K3 dalam industri pariwisata tidak hanya penting untuk keamanan pekerja dan wisatawan tetapi juga untuk menjaga reputasi destinasi pariwisata. Dengan memprioritaskan K3, industri pariwisata dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat positif bagi semua pihak yang terlibat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kami, anda bisa menghubungi marketing kami di (0812-3299-9470).

No responses yet