Profil Desa Wisata Dieng Kabupaten Wonosobo

Profil Desa Wisata Dieng Kabupaten Wonosobo – Kawasan Dataran Tinggi Dieng adalah kawasan yang mempunyai ketinggian berkisar ± 1500 m keatas dari permukaan air laut, merupakan kawasan yang memiliki keterkaitan biogeofisik, sosial, ekonomi dan budaya, yang terletak di sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kendal, Batang dan Pekalongan, Jawa Tengah. Kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan daerah ekologi penting untuk daerah sekitarnya. Hal ini dikarenakan Kawasan Dieng merupakan daerah hulu aliran sungai yang menjadi sumber air bagi masyarakat sekitarnya.

Karakteristik yang unik (tidak ada duanya di dunia) dan menjadi daya tarik banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri merupakan perwujudan hasil proses pengaruh timbal balik antara faktorfaktor lingkungan alam, penduduk, dan proses sejarah budaya, baik yang sudah berlangsung jauh dimasa lalu maupun yang terjadi akhir-akhir ini. Karena faktor-faktornya bersifat dinamis stsu berubah-ubah maka karakteristrik Kawasan Dieng juga berkembang dan berubah terus menerus.

Letak yang cukup tinggi dengan hawa dingin serta morfologi gunung api dengan berbagai gejalanya seperti kawah aktif, tanah subur, danau kepundan atau genangan, telah menghasilkan kondisi iklim dan ekologi yang khas. Maka berkembang berbagai tetumbuhan khas yang bersifat alami maupun hasil budidaya manusia, yang berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Demikian pula keberadaan dan perkembangan fauna.

Panorama Plato Dieng berhawa sejuk, dihiasi kompleks percandian mengisyaratkan telah adanya pengaruh kuat salah satu kurun waktu kesejarahan yang sekaligus telah mengawali sejarah kerajaan di Jawa Tengah.

Dataran tinggi Dieng juga merupakan daerah tangkapan air yang cukup baik, maka tak heran jika di dataran ini terdapat beberapa danau, baik yang berukuran besar maupun kecil, seperti Telaga Warna, Telaga Pengilon, dan Telaga Balekambang. Di bagian tengah dataran tinggi Dieng terdapat sungai kecil yang airnya mengalir sepanjang tahun, yaitu kali tulis namanya. Sungai yang berhulu di Gunung Perahu dan bermuara di telaga Balekambang ini menjadi pemisah antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Selain Kali Tulis disisi timur dataran ini juga terdapat mata air yang terkenal sebagai Tuk Bima Lukar, yang merupakan hulu dari sungai yang merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Tengah yaitu Sungai Serayu.

Baca juga : Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus Tradisi Ngaturi di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *