Sejarah Jejak Makanan Nusantara Sebelum Abad Ke-16

Sejarah Jejak Makanan Nusantara Sebelum Abad Ke-16 – Indonesia merupakan negara yang kaya akan kulinernya. Kekayaan kuliner ini tidak lepas dari pengaruh berbagai budaya asing yang datang silih berganti, mulai dari India, Cina, dan Eropa (Portugis, Spanyol dan Belanda).

Perkembangan zaman turut mempengaruhi perkembangan kuliner lokal. Makanan menjadi salah satu indikator peradaban bangsa. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan dalam jenis makanan. Salah satu penyebabnya karena letak geografis Indonesia yang berada di jalur perdagangan internasional, antara Timur Tengah, India, dan Cina. Para pedagang tak hanya membawa barang dagangan, namun juga membawa kebudayaan setempat. Kebudayaan ini lambat laun mempengaruhi makanan di Indonesia (Santosa & Irawan, 2023). Pengaruh tersebut tak hanya pada jenis makanan, namun juga pada pola makan. 

Bagi Indonesia dan negara Asia Tenggara, beras merupakan sumber pangan utama. Masyarakat juga mengonsumsi umbi-umbian seperti talas, ubi, sagu, dan sejenis gandum sebagai bahan pangan utama selain beras. Pada abad ke-16, ketika teknik pertanian berkembang, beras menjadi komoditi makanan yang mewah yang biasa dikonsumsi oleh kelompok tertentu seperti priyayi dan brahmana (Reid, 2011 dalam Santosa & Irawan, 2023). Dalam Prasasti Taji 901 Masehi, beras tertulis dalam kata weas, kemudian pada naskah Ramayana, naskah Arjuna Wijaya, dan naskah Korawacrama menyebut beras dengan kata ketan (laketan) dan lepet (Rahman, 2016 dalam Santosa & Irawan, 2023). 

Sebagai negara kepulauan, masyarakat nusantara memiliki kemampuan dalam menghasilkan garam dan membuat ikan asin. Selain ikan asin, ikan segar juga menjadi makanan utama masyarakat. Selain itu, masyarakat juga mengonsumsi daging. Oleh masyarakat nusantara, daging dianggap sebagai makanan yang memiliki nilai ritus dari sebuah tradisi dan adat kepercayaan. Hampir seluruh upacara adat masyarakat nusantara menggunakan daging sebagai sesaji. 

Indonesia kaya akan rempah-rempah yang turut diperjualbelikan di pelabuhan-pelabuhan Asia Tenggara. Perdagangan rempah-rempah tak lepas pengaruhnya dari India yang masuk melalui berbagai kerajaan bercorak Hindu-Buddha (Rahman, 2016 dalam Santosa & Irawan, 2023). Selain kekayaan rempah-rempah, Indonesia juga kaya akan buah-buahan, diantaranya kelapa, durian, mangga, manggis, jeruk besar, rambutan, dan lainnya.  

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

Baca juga : Selat Solo Makanan Bagi Kaum Ningrat Keraton Solo

Sumber: Santosa, Y. B. P., & Irawan, H. (2023). SEJARAH PERKEMBANGAN MAKANAN INDONESIA DARI ABAD KE 10 HINGGA MASA PENDUDUKAN JEPANG. JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA9(1), 113-136.

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 − 6 =

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.