Semarang Dahulu Kini dan Nanti

Semarang Dahulu Kini dan Nanti – Kota Semarang, kota yang memiliki lokasi strategis karena menjadi koridor pembangunan Jawa Tengah yang menghubungkan empat pintu koridor, yaitu koridor pantai utara, koridor selatan ke Kota Magelang dan Surakarta, koridor timur ke Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan, serta koridor barat menuju Kabupaten Kendal. Kota yang memiliki 16 kecamatan ini dijuluki dengan sebutan “Kota Atlas” sejak tahun 90-an. Istilah “Kota Atlas” merupakan slogan dengan akronim Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat. Kota Semarang saat ini telah berkembang menjadi kota metropolitan yang merupakan gabungan dari delapan kota di sekitarnya, yaitu Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Ungaran, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kota Semarang, Kota Purwodadi, dan Kabupaten Grobogan. 

Kota Semarang di Masa Kolonialisme

Perkembangan dan sejarah Kota Semarang tidak dapat lepas dari peranan Kerajaan Mataram Kuno. Dahulu wilayah Kota Semarang masih termasuk kaki Gunung Ungaran di Pantai Utara dan masih berupa tegalan – tegalan dengan rumah – rumah yang letaknya berdampingan dengan rawa dan comberan. Di tahun 1672, bangsa Tionghoa datang dan memberi perubahan bagi Kota Semarang dengan mendirikan rumah tembok dan beratap genteng. 

Pada masa pendudukan Belanda, Kota Semarang mengalami kemajuan pesat di bidang transportasi. Tahun 1864, dibangun rel kereta api pertama di Indonesia kemudian dibangun 2 stasiun kereta api yaitu Stasiun Tawang dan Poncol.
Kota Semarang Pasca Kolonialisme – Sekarang 

Setelah masa kolonialisme berakhir, Kota Semarang mulai mengadakan pembenahan. Tahun 1976 dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1976, wilayah Semarang mengalami pemekaran sampai ke Mijen, Gunungpati, Tembalang, Genuk, dan Tugu. Saat ini, Kota Semarang telah tumbuh dan berkembang dengan pesat. Kemajuan Kota Semarang didukung oleh pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan kemajuan teknologi. 

Soemarmo H.S, walikota Semarang periode 2010 – 2015 telah berhasil mewujudkan konsep “Semarang Setara”, ialah slogan yang digunakan untuk mewujudkan visi dan misi Kota Semarang di tahun 2010 – 2015 yang memiliki kedudukan setara dengan kota – kota metropolitan lainnya dengan fokus pembangunan daerah melalui “Sapta Program”, diantaranya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, penanganan rob dan banjir, peningkatan pelayanan publik, peningkatan infrastruktur, peningkatan kesetaraan gender, peningkatan pelayanan pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan.

Selepas kepemimpinan Soemarmo, Hendra Prihadi hadir dengan slogannya “Semarang Hebat”. Beberapa upaya yang telah berhasil dilakukan yaitu mengadakan kerja sama dengan Uni Eropa, kerja sama dalam penganggulangan banjir rob dengan Belanja, pembangunan Jembatan Medoho, jalan layang dan perluasan sepanjang Jalan Majapahit untuk mengatasi kemacetan, pembenahan jalan – jalan di Kota Lama atau yang terkenal dengan Little Netherland, hingga pemasangan Semarang Bridge Fountain di banjir kanal barat.

Kota Semarang di Masa Depan

Perkembangan Kota Semarang yang pesat tentunya perlu perencanaan yang strategis untuk pembangunan kota yang berkelanjutan. Dalam Perda No. 14 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Semarang Tahun 2011-2031, Kota Semarang diarahkan sebagai pusat perdagangan dan jasa berskala internasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Kebijakan yang dicanangkan diantaranya pemantapan pusat pelayanan kegiatan yang memperkuat kegiatan perdagangan dan jasa skala internasional, peningkatan aksesibilitas, dan peningkatan kualitas dan jangkuan sistem prasarana sarana umum. 

Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat telah dirasakan sendiri oleh Kota Semarang. Kota ini berhasil mendorong kemajuan di berbagai aspek meliputi ekonomi, perdagangan, jasa, pemerintahan, dan sebagainya.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + 8 =

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.