Strategi dan Tantangan Mewujudkan Liveable City

Strategi dan Tantangan Mewujudkan Liveable City – Terwujudnya kota layak huni dengan tingkat kenyamanan penduduk yang tinggi merupakan dambaan bagi semua kota di dunia. Kota dengan ketersediaan sarana dan prasarana umum yang memadai, pelayanan fasilitas publik yang baik, dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh semua kota. Sebuah kota dapat dikatakan sebagai kota layak huni atau liveable city jika kota tersebut mampu (1) meningkatkan sistem kesempatan hidup untuk kesejahteraan masyarakat, (2) menyediakan lapangan pekerjaan, (3) menciptakan lingkungan aman dan bersih, dan (4) sistem pemerintahan yang baik (good governance) (Douglass, 2002). 

Tingkat layak huni kota dapat diukur dengan Global Livability Index. Monocle’s Most Livable Cities Index (Monocle, 2013) menggunakan 11 indikator dalam menilai tingkat layak huni kota, yaitu transportasi publik, iklim, konektivitas, layanan medis, keamanan, kualitas arsitektur, dan rekreasi. Sementara The Economist Intelegence Unit (EIU) menilai berdasarkann 6 indikator, yaitu stabilitas, layanan kesehatan, pendidikan, kebudayaan dan lingkungan, dan infrastruktur (Fanggidae, 2023). Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) juga menetapkan sejumlah prinsip kota layak huni, diantaranya (1) kebutuhan dasar, (2) fasilitas publik dan sosial, (3) ruang dan tempat publik, (4) keamanan, (5) dukungan terhadap ekonomi, sosial, dan budaya, (6) sanitasi dan keindaha lingkungan. 

Berdasarkan indikator-indikator tersebut, maka untuk mewujudkan livable city, diperlukan strategi yang tepat dan berkelanjutan, diantaranya:

  1. Pengembangan infrastruktur dan fasilitas publik yang memadai. Infrastruktur dan fasilitas publik yang memadai, seperti jalan, transportasi, air bersih, sanitasi, dan pendidikan. Warga harus dapat mengakses infrastruktur dan fasilitas publik dengan mudah dan nyaman.
  2. Peningkatan kualitas lingkungan hidup. Kualitas lingkungan hidup yang baik merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Pemerintah perlu melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup, seperti pengendalian pencemaran, penghijauan, dan pengelolaan sampah.
  3. Pengembangan kawasan perkotaan yang kompak. Pengembangan kawasan perkotaan yang kompak dapat mengurangi ketergantungan warga pada kendaraan pribadi. Hal ini dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi kemacetan.
  4. Peningkatan partisipasi warga dalam pembangunan kota. Partisipasi warga dalam pembangunan kota merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan liveable city. Pemerintah perlu mendorong partisipasi warga dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kota.

Agar strategi dalam mencapai kota layak huni dapat berjalan dengan baik, maka sejumlah tantangan harus dipertimbangkan dengan baik, mulai ketersediaan anggaran, integrasi antara kebijakan dengan program pembangunan, hingga kesadaran masyarakat. 

Baca juga : Sekaten Warisan Budaya Yogyakarta

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Sumber: 

Douglassmike.2002.From Global Intercity Competition To Cooperation For Livable Cities And  Economic  Resilience In  Pacific  Asia. Environment And Urbanization. 

Fanggidae, L. W. (2023). Menentukan Tingkat Layak Huni Kota Kupang (Suatu Pendekatan). Vista1(1), 21-28.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *